Frantisek Taborsky dari ING memperingatkan bahwa mata uang negara-negara Eropa Tengah dan Timur CEE menghadapi tekanan turun akibat kejutan energi terkait Iran yang membuat impor lebih berdampak pada inflasi. Ketergantungan energi pada wilayah ini menambah volatilitas harga minyak dan gas. Hal ini juga diperkuat oleh kekuatan dolar AS yang bisa membebani arus modal dan nilai tukar regional.
Shock energi dipandang sebagai tren satu arah untuk pasar pembukaan, sehingga volatilitas meningkat. Pasar menilai risiko-risiko yang lebih tinggi karena inflasi yang lebih tinggi dan kemungkinan pengetatan kebijakan di negara-negara regional. Ini berpotensi menekan diskon mata uang regional dan memantik posisi defensif di pasar obligasi dan FX.
Dalam hal sensitivitas inflasi terhadap harga minyak, Turki paling rentan, dengan contoh 10 persen kenaikan harga minyak bisa menambah 1.1 poin CPI; Hungaria sekitar 0.45 poin. Sementara Republik Ceko menunjukkan pass-through terendah sekitar 0.2 poin. Meski demikian, kebijakan bank sentral di wilayah ini kemungkinan menunda pemangkasan hingga melihat dinamika lebih lanjut.
Nilai tukar Turki dan Hungaria menghadapi tekanan; Bank Sentral Turki sudah mengumumkan kesiapan serta intervensi pada forward market; cadangan devisa rekornya memberikan dukungan untuk menjaga USD/TRY berada dalam kendali bank sentral. Polandia akan menjadi ujian pertama dengan kemungkinan pemangkasan suku bunga yang menurut pandangan saat ini tampak tidak mungkin.
Dalam konteks dinamika regional, forint Hungaria dan lira Turki menjadi mata uang yang paling rentan, sementara EUR/HUF diperkirakan menjadi salah satu tekanan ke atas paling kuat.
Para investor disarankan memantau gerakan harga di wilayah ini dan menimbang sinyal teknikal maupun fundamental secara hati-hati.
Analisa ini menunjukkan bahwa pasangan mata uang euro terhadap forint Hungaria mungkin menunjukkan bias apresiasi, sementara USD/TRY bisa tetap di bawah kendali bank sentral.
Untuk manajemen risiko, fokus pada diversifikasi eksposur, stop loss yang jelas, dan evaluasi terhadap pergerakan harga minyak serta kebijakan bank sentral.
Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memahami konteks geopolitik, volatilitas energi, dan profil risiko saat membuat keputusan investasi.