
Di tengah sorotan pasar dan standar tata kelola perusahaan global, Telkom Indonesia menegaskan bahwa investigasi SEC tidak akan mengguncang operasional perseroan. Manajemen menekankan bahwa kinerja perusahaan tetap fokus meski ada dugaan fraud masa lalu. Komitmen terhadap transparansi pun disebut menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan investor.
Telkom menyatakan telah mengalokasikan dana cadangan untuk transaksi tersebut. Langkah ini jelas menjadi bagian dari upaya menanggulangi risiko reputasi di pasar internasional. Dian Siswarini menyatakan provisi tersebut mencakup seluruh periode yang terkait, sehingga tidak ada dampak terhadap laba maupun arus kas.
Sebagai bagian dari perbaikan tata kelola, Telkom membentuk Direktorat Legal & Compliance dan membuka posisi Chief Integrity Officer serta posisi kunci lainnya. Perusahaan juga memperkuat kebijakan keterbukaan (disclosure policy) dan meningkatkan kontrol internal untuk menjaga kepatuhan. Di sisi akuntansi, Telkom melakukan perubahan kebijakan depresiasi secara restropektif terhadap sejumlah aset, dari 25 tahun menjadi 5–10 tahun, sebagai bagian dari praktik terbaik industri.
Meskipun ada proses restatement dan perubahan akuntansi, Telkom menegaskan tidak ada dampak pada kas maupun laba operasional. Pihak manajemen menilai perubahan tersebut bersifat non-operasional dan tidak mengubah arus kas perusahaan. Mereka menegaskan fokus pada stabilitas operasional dan rencana pertumbuhan jangka panjang.
Proses restatement menyebabkan keterlambatan dalam penerbitan laporan keuangan. Tim manajemen menjelaskan bahwa keterlambatan ini diperlukan untuk memastikan akurasi dan kepatuhan terhadap standar internasional. Investor tetap didorong untuk memantau laporan yang direvisi setelah evaluasi selesai.
Kebijakan keterbukaan dan penguatan kontrol internal menjadi prioritas utama dalam inisiatif GCG TLKM30. Perusahaan menegaskan komitmen pada praktik tata kelola terbaik, termasuk peningkatan pelaporan dan akuntabilitas. Inisiatif ini dipandang sebagai sarana untuk menjaga kepercayaan pemangku kepentingan meskipun rencana bisnis berjalan.