Para analis Commerzbank menyoroti bahwa ICSG telah mengubah pandangannya untuk 2026 menjadi defisit dan memperkirakan langkah pengetatan lebih lanjut menuju 2027. Meski output tembaga di China kemungkinan masih meningkat seiring dengan upaya peningkatan kapasitas produksi, dinamika defisit tetap menjadi faktor utama yang membentuk arah harga. Cetro Trading Insight menilai perubahan kebijakan ini memberikan dukungan pada sentimen pasar dan membuka peluang bagi reli harga dalam kerangka waktu menengah.
Meskipun output tembaga di China kemungkinan tetap meningkat seiring dengan upaya peningkatan kapasitas produksi, faktor defisit global tetap menjadi pendorong utama harga. Analisis kami menunjukkan bahwa pola pasokan yang lebih ketat dari ICSG bisa menjaga tembaga berada dalam jalur kenaikan meskipun ada rebound produksi di China. Proyeksi ini sejalan dengan ketertarikan pasar terhadap permintaan industri tembaga yang masih kuat meski ada dinamika produksi negara produsen utama.
Cetro Trading Insight menekankan bahwa rebound harga tembaga setelah rontok Maret mengindikasikan dinamika yang bisa berlanjut jika defisit berlanjut. Jika tren pasokan tetap ketat, ruang untuk lonjakan harga jangka menengah akan terbuka. Laporan ini juga menegaskan bahwa fokus investor adalah pada faktor fundamental ketimbang aksi teknikal jangka pendek.
Pandangan ICSG terkait defisit pada 2026 yang lalu direvisi untuk tahun berjalan dan outlook 2027 menunjukkan potensi ketat pasokan yang berkelanjutan. Kebijakan ini menambah kekhawatiran terhadap surplus yang pernah diperkirakan dan mendorong investor untuk meninjau kembali asumsi harga. Cetro Trading Insight menilai bahwa pergeseran kualitatif ini bisa menjadi pendorong utama reli harga tembaga di paruh kedua tahun ini dan seterusnya.
Jika outlook 2027 memang menunjuk pada kelangkaan pasokan yang berlanjut, harga tembaga bisa tetap didorong naik meski produksi China melonjak. Faktor-faktor ini menambah tekanan pada pasar, menciptakan lingkungan volatilitas yang lebih tinggi namun dengan peluang upside bagi pelaku pasar. Analisis ini menekankan pentingnya memantau data pasokan dan permintaan global untuk membuat asumsi posisi yang tepat.
Analisis ini memperkuat kerangka kerja Cetro Trading Insight yang menilai peluang upside jangka menengah didorong oleh kejutan pasokan dan permintaan global. Pakar kami menekankan bahwa sekarang saatnya mengakar pada data fundamental untuk menilai arah harga tembaga. Pelaporan ini dikompilasi dengan bantuan alat AI dan telah direview oleh editor untuk menjaga akurasi.
Bagi investor, fokus utama adalah defisit sebagai faktor pendorong utama ketimbang sinyal teknikal murni. Defisit ICSG mengubah narasi pasar dengan menunjukkan tekanan pasokan yang melebihi permintaan pada beberapa kuartal mendatang. Hal ini menuntut pendekatan yang lebih berhati-hati dalam menentukan strategi perdagangan di pasar tembaga.
Karena tidak ada angka harga spesifik dalam analisis ini, rekomendasi entry, take profit, dan stop loss tidak ditetapkan. Investor didorong untuk menilai keseimbangan pasokan dan permintaan secara berkelanjutan serta menunggu konfirmasi dari data industri. Strategi trading sebaiknya bersifat fleksibel dan berbasis risiko dibandingkan dengan target harga tunggal.
Jika defisit 2027 terkonfirmasi, peluang risk-reward bisa mendekati 1:1,5, tetapi diperlukan konfirmasi lebih lanjut dari data pasokan dan kebijakan terkait. Artikel ini disusun dengan bantuan alat AI dan telah direview oleh editor. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan untuk pembaruan analisis.