Ultrajaya Milik Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengumumkan langkah spektakuler: hampir seluruh laba bersih tahun buku 2025 akan dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham. Keputusan ini disampaikan dalam RUPST yang digelar pada 22 April 2026, menegaskan tekad perusahaan untuk memberikan imbal hasil langsung kepada para pemegang saham di tengah dinamika pasar. Paket kebijakan ini mencerminkan fokus manajemen pada keberlanjutan pendapatan bagi para pemegang saham jangka menengah.
Dividen yang ditetapkan adalah Rp1,35 triliun, setara 98 persen dari laba bersih, atau Rp130 per saham. Sisa laba bersih sekitar Rp26 miliar akan dicadangkan sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya. Laba bersih Ultrajaya hingga akhir 2025 tercatat Rp7,53 triliun, dengan ekuitas Rp8,3 triliun.
Hingga siang ini, harga saham ULTJ diperdagangkan di sekitar Rp1.555, dengan yield dividen sekitar 8,36 persen. Kondisi ini menjadikan Ultrajaya sebagai pilihan menarik untuk investor yang mencari pendapatan tetap. Menurut analisis awal di Cetro Trading Insight, kebijakan dividen ini meningkatkan daya tarik jangka menengah, meski investor perlu memantau dinamika laba dan posisi kas perusahaan.
RUPST berlangsung pada 22 April 2026 dan menetapkan rangkaian tanggal pembagian dividen yang jelas. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi akan berlaku 30 April 2026, Ex Dividen 4 Mei 2026, Cum Dividen di Pasar Tunai 5 Mei 2026, Ex Dividen 6 Mei 2026, dan Pembayaran Dividen 22 Mei 2026. Kebijakan ini memberi investor kerangka waktu untuk mengoptimalkan penerimaan pendapatan.
Kebijakan ini meningkatkan yield bagi pemegang saham, tetapi investor perlu mempertimbangkan risiko operasional seperti volatilitas harga bahan baku susu dan persaingan di industri. Dengan pembayaran dividen sebesar 98 persen dari laba bersih, perusahaan menjaga arus kas yang kuat meski menyisakan laba terbatas untuk cadangan. Secara fundamental, Ultrajaya masih menunjukkan posisi yang sehat dengan saldo laba dan ekuitas yang memadai.
Analisis dari Cetro Trading Insight menambahkan perspektif praktis: investor yang mengincar pendapatan tetap bisa menjadikan Ultrajaya bagian dari portofolio jangka menengah, namun diperlukan diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada yield tunggal. Selain itu, investor disarankan memantau kinerja operasional, terutama faktor yang mempengaruhi margin laba, serta kebijakan laba cadangan untuk menjaga kestabilan pembayaran di masa depan. Dengan fondasi fundamental yang kuat, rekomendasi kami adalah mengambil pendekatan investasi yang seimbang dan beragam.