USD/CAD tampak bergerak tanpa arah yang jelas pada Selasa, dipengaruhi oleh kombinasi faktor fundamental. Harga minyak cenderung menguat, yang mendukung nilai CAD secara relatif meskipun USD menunjukkan kekuatan yang lebih besar. Kondisi tersebut menciptakan dinamika campuran yang membuat pergerakan pasangan lebih sulit diprediksi oleh pelaku pasar.
Kenaikan minyak memberikan dukungan bagi CAD karena sifatnya sebagai mata uang terkait komoditas, sementara dolar AS yang lebih kuat tetap menjadi faktor utama penggerak jangka pendek. Pelaku pasar juga memantau adanya aliran menuju aset-aset safe-haven yang bisa memperkuat dolar dan membatasi rebound USD/CAD. Secara umum, pergerakan intraday terlihat terbatas dan cenderung berada di area sempit. Kondisi ini membuat para trader mengurangi posisi besar sambil menunggu konfirmasi arah.
Dari sisi teknikal, penurunan melampaui kisaran perdagangan jangka pendek menambah peluang bagi tekanan bearish. Pergerakan terakhir menunjukkan kegagalan untuk melanjutkan momentum melewati rata-rata pergerakan eksponensial 200 periode pada grafik 4 jam. Hal ini mengisyaratkan jalur tekanan ke bawah sebagai skenario utama bagi pasangan tersebut.
Dari sudut pandang teknis, MACD berada di bawah garis sinyal dan di bawah nol, menunjukkan tekanan jual yang berlanjut meski tidak agresif. Indikator histogram MACD terlihat menunjukkan dinamika yang lemah namun konsisten, menguatkan bias menurun. RSI berada sekitar 43, berada di bawah level 50 sehingga kondisi teknis cenderung menambah peluang penurunan jika tekanan jual meningkat.
Level support utama terlihat di 1.3550, dengan arah ke 1.3535 dan 1.3500 jika momentum bearish menguat. Pergerakan di bawah 1.3550 meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut. Jalur pergerakan berikutnya akan bergantung pada reaksi pasar di area tersebut.
Di sisi atas, resistensi terdekat berada di 1.3645, lalu 1.3680 yang sejalan dengan EMA 200 pada grafik 4 jam. Break di atas zona ini bisa meredakan tekanan downside dan membuka peluang rebound menuju sekitar 1.3720. Namun jika gagal menembus, arah jual bisa kembali menguat menuju level rendah sebelumnya.