USD/CAD menutup sesi sebelumnya lebih rendah dan melanjutkan pelemahan untuk hari keenam berturut-turut, didorong oleh tekanan pada dolar AS dan fokus pada perkembangan negosiasi damai AS-Iran. Pasangan mata uang ini berada di sekitar level 1.3663 meski sempat menguji 1.3709 pada sesi intra-hari. Sentimen pasar tetap meningkat volatilitasnya karena dinamika geopolitik dan aliran berita yang beragam.
Dampak pergerakan ini terlihat pada aktivitas perdagangan dolar yang membuka minggu dengan celah bullish yang akhirnya diredam. Investor terus memantau berita terkait pelonggaran atau peningkatan ketegangan di Timur Tengah, yang dapat memicu pergerakan tajam di pasar FX. Dengan rilis data inflasi Kanada, pelaku pasar menilai bagaimana kebijakan moneter akan menyeimbangkan risiko pada aset berisiko.
Langkah berikutnya diprediksi bergantung pada bagaimana data ekonomi terbaru dan komentar pejabat kebijakan mempengaruhi prospek dolar AS serta nilai tukar CAD. Pelaku pasar menantikan rilis data penting berikutnya untuk mengonfirmasi arah tren jangka pendek. Kendati demikian, risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama yang membatasi rata-rata pergerakan.
| Indikator | Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
| CPI MoM Kanada (Maret) | 0.9% | Naik |
| CPI YoY Kanada | 2.4% | Naik |
| Core CPI MoM | 0.2% | Kenaikan mungil |
Inflasi Kanada meningkat di bulan Maret, dengan laju CPI yang naik 0.9% secara bulanan, meskipun angka itu berada di bawah ekspektasi para analis. Data ini menandai momentum harga yang lebih kuat dibanding bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi mencapai 2.4%, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya namun tetap berada di bawah proyeksi 2.5%.
Core CPI naik 0.2% MoM, memberi sinyal bahwa tekanan harga inti masih terkendali meski total inflasi naik. Angka tahunan inti inflasi 2.5% menambah kompleksitas kebijakan BoC yang perlu menimbang daya beli rumah tangga dengan momentum pasar kerja. Analisis ini mengisyaratkan bahwa kebijakan banco pusat akan tetap berhati-hati sambil menilai dinamika harga ke depan.
RBC Economics menyatakan BoC memiliki ruang untuk menilai data yang masuk sambil menjaga jangkauan ekspektasi inflasi jangka panjang. Mereka menekankan bahwa penahanan sikap hati-hati akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah fleksibilitas kebijakan. Sejalan dengan itu, komentar pejabat BoC menandakan kesiapan untuk menyesuaikan langkah jika tekanan harga berlanjut.
Ketegangan geopolitik di wilayah energi meningkat saat Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap tuduhan pelanggaran gencatan senjata. Langkah ini meningkatkan volatilitas pasar dan berpotensi menambah tekanan pada pasangan mata uang utama. Investor menilai bagaimana eskalasi ini dapat mempengaruhi aliran komoditas dan likuiditas di pasar valuta asing.
Meski demikian, ada sinyal diplomatik yang dipimpin Pakistan untuk menenangkan sentimen risiko dan mencari progres dalam negosiasi. Sentimen risiko tetap berfluktuasi tergantung pada progres perundingan dan kemungkinan pembukaan Selat Hormuz di masa mendatang. Para pelaku pasar menantikan pembaruan dari para pemimpin negara terkait topik tersebut.
Investasi di pasar FX akan sangat responsif terhadap perkembangan terbaru. Rilis berita utama tentang negosiasi dan potensi hasilnya bisa mengubah arah USD/CAD secara signifikan. Oleh karena itu, trader disarankan memperhatikan level harga utama dan menjaga risk management yang tepat.