
Data inflasi Kanada menunjukkan pelemahan yang lebih kuat dari ekspektasi pasar. Headline CPI turun 0,4% secara bulanan pada Juni, menjadi penurunan bulanan terberat sejak Desember 2024. Secara tahunan, inflasi melandai menjadi 2,8% dari 3,2%, sementara CPI inti versi BoC naik 0,1% dan turun menjadi 2,1% secara tahunan.
Perlambatan inflasi tersebut meningkatkan peluang BoC mempertahankan kebijakan saat ini dan menambah tekanan terhadap CAD jika pasar menilai laju pemulihan inflasi masih lambat. Gasoline prices rose at a slower pace YoY, June vs May, contributing most to the overall slowdown, sehingga konsumsi energi menjadi faktor penentu arah CPI. Kondisi ini menyusul rebound harga minyak yang belakangan meningkat, menambah dinamika risiko pada inflasi keseluruhan.
Walaupun inflasi inti mendekati target, volatilitas harga minyak belakangan meningkat karena risiko geopolitik di Timur Tengah. Pada pertemuan Juli BoC menaikkan proyeksi inflasi 2026 menjadi 2,5% dari 2,3% dan menyatakan inflasi diperkirakan kembali ke target 2% pada awal 2027, menempatkan kebijakan pada jalur yang tidak agresif. Dengan dinamika itu, pasar tetap waspada terhadap potensi perubahan kebijakan dan tekanan harga energi tetap menjadi faktor pendukung bagi USD/CAD yang lebih tinggi.
Pergerakan USD/CAD cenderung naik karena inflasi Kanada yang lebih lemah dan penguatan dolar AS mendesak CAD ke bawah. Pada sesi perdagangan hari Senin, indeks dolar berada di sekitar 100,9, menandakan kekuatan Greenback terhadap paparan enam mata uang utama. Di sisi lain, harga minyak relatif lemah meski sempat naik setelah ketegangan di Timur Tengah, memberi tekanan tambahan pada CAD yang terkait komoditas.
Selain itu, dinamika geopolitik tampak mengubah volatilitas: Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan ada jalur negosiasi dengan Amerika Serikat yang akan didasarkan pada kepentingan nasional, menimbulkan optimisme diplomatik. Namun, laporan Reuters mengungkap bahwa pasukan Houthis yang bersekutu dengan Iran menetapkan blokade kapal di perairan wilayah pada saat itu, membuat pasar kembali berhati-hati. Harga minyak akhirnya tetap berada di level rendah, menambah tekanan terhadap nilai CAD yang sensitif terhadap minyak.
Secara teknikal, DXY tetap berada di sekitar 100,9 dengan WTI berada di sekitar 81 dolar per barel, mendukung argumen bahwa USD memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan terhadap CAD. Kondisi ini membuat USD/CAD berpotensi melanjutkan tren naik, meski volatilitas tetap tinggi akibat faktor geopolitik dan kebijakan moneter yang berbeda antara bank sentral. Para analis memperhatikan pergerakan harga minyak karena dampaknya terhadap struktur biaya dan inflasi yang pada gilirannya mempengaruhi kebijakan BoC.
Ringkasan faktor pendorong pasar menunjukkan bahwa data inflasi Kanada, dinamika minyak, dan pergerakan dolar AS membentuk arah umum untuk pasangan USD/CAD. Analisa oleh Cetro Trading Insight menunjukkan bahwa kemunculan data inflasi yang lemah mendukung bias dolar AS menguat terhadap CAD dalam jangka pendek. Kondisi ini juga ditandai oleh korelasi harga minyak yang tetap menjadi penentu utama arah bagi CAD.
Rekomendasi perdagangan: posisi long pada USD/CAD dengan price action saat ini, masuk di sekitar 1.4045, target sekitar 1.4190, dan stop di 1.3960 untuk menjaga rasio risiko-keuntungan minimal 1:1,5. Pastikan untuk memantau rilis data inflasi dan pernyataan BoC serta perkembangan geopolitik karena perubahan kecil bisa memicu pergerakan besar. Pihak Cetro Trading Insight menekankan manajemen risiko karena volatilitas tetap tinggi di pasar valuta asing.
Outlook jangka pendek tetap penuh ketidakpastian karena rilis data ekonomi yang beragam dan dinamika geopolitik di Timur Tengah. Pasar akan menilai kedalaman analisis inflasi Kanada dan respons kebijakan BoC, sementara harga minyak dan DXY akan menjadi penentu arah jangka menengah. Investor disarankan menjaga eksposur terukur dan mempertimbangkan skenario alternatif jika gejolak pasar meningkat.