
USD/CAD menunjukkan pergerakan naik setelah harga minyak mentah turun, sehingga dolar AS mendapat dukungan dari pandangan bahwa permintaan minyak mungkin menurun. Pasangan ini juga mendapat dorongan dari ekspektasi kebijakan yang berbeda antara Federal Reserve dan Bank of Canada. Nada kebijakan BoC yang dovish menambah tekanan pada CAD dan membantu laju pembelian USD/CAD di sesi terbaru.
Penurunan harga minyak cenderung menguntungkan CAD yang berbasis komoditas, membawa dinamika positif bagi pasangan ini meski faktor geopolitik regional tetap menjadi risiko. Adanya pergerakan di pasar minyak turut mengangkat sentimen terhadap CAD secara relatif, terutama ketika persediaan global menunjukkan keseimbangan yang berbeda. Peluang kenaikan lebih lanjut tetap ada selama minyak tetap lesu hingga potensi permintaan terlihat jelas.
Secara teknikal, USD/CAD masih berada di atas SMA 200-hari, menunjukkan bias bullish dalam jangka pendek. MACD tetap berada di wilayah positif meskipun menunjukkan sinyal yang mulai lebih mendekati wilayah datar. RSI berada di area overbought, sehingga perlu kehati-hatian dan kesiapan untuk koreksi jangka pendek.
Para pelaku pasar menimbang ekspektasi kebijakan yang berbeda antara Federal Reserve dan Bank of Canada. Perbedaan ini membantu USD/CAD tetap kuat meskipun ada beberapa pelemahan pada USD secara umum. Pada akhirnya, ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun tetap menjadi salah satu faktor pendukung.
Rilis CPI AS yang lebih lunak menenangkan beberapa kekhawatiran tentang inflasi, mengurangi tekanan terhadap dolar. Meskipun demikian, pasar tetap melihat peluang bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada tahun ini, menjaga arah umum USD. Geopolitik regional dan risiko minyak tetap menjadi faktor penambah volatilitas yang perlu diawasi.
Dari sisi teknikal, tren masih didukung oleh posisi harga di atas SMA 200-hari, menandakan momentum bullish yang berlanjut meski indikator menunjukkan tanda-tanda kejenuhan. MACD berada dalam wilayah positif, menyiratkan tekanan ke atas yang berkelanjutan. RSI berada di area mendekati jenuh beli, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam eksekusi posisi.
Di sisi teknikal, support pertama terlihat di sekitar 1.3968 dan berfungsi sebagai zona krusial untuk menjaga tren saat ini. Analitik menunjukkan potensi rebound jika harga menapak di area tersebut. Jika penurunan berlanjut menembus 1.3968, level berikutnya di 1.3816, yaitu 200-day SMA, bisa menjadi titik minat beli kembali.
Para trader disarankan untuk mengonfirmasi sinyal pembelian di atas 1.3968 dengan target ke area 1.4100. Namun, jika harga menembus 1.3860, peluang untuk evaluasi ulang strategi perlu dipertimbangkan. Rencana manajemen risiko harus mencakup stop loss yang layak untuk melindungi modal.
Secara keseluruhan, potensi kenaikan USD/CAD tetap ada selama harga bertahan di atas level kritis dan minyak tetap lemah. Namun, indikator RSI yang mendekati jenuh beli dan dinamika geopolitik menuntut kehati-hatian dan penyesuaian posisi secara berkala. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight.