
Disampaikan oleh Cetro Trading Insight. Laporan ini menyoroti data PMI Juli AS yang menunjukkan aktivitas bisnis lebih kuat. PMI Composite naik menjadi 53.6, sedangkan layanan dan manufaktur berada pada kisaran serupa, menandakan momentum ekonomi yang tetap positif. Data ini memperkuat ekspektasi pertumbuhan PDB sekitar 2% di kuartal ketiga dan memberi ruang bagi dolar AS untuk tetap jadi aset yang menarik bagi investor.
Meski demikian, tekanan harga dan gangguan rantai pasokan masih menjadi tantangan, sehingga dampak kebijakan moneter bisa terbatas meski data menunjukkan kepercayaan ekonomi yang membaik. Para analis menilai bahwa volatilitas jangka pendek masih bisa muncul karena faktor inflasi dan dinamika global. Pasar juga mengamati respons dari sektor ritel dan investasi bisnis sebagai penentu arah lanjutan dolar.
Investors menantikan pertemuan Federal Reserve berikutnya untuk mendapatkan petunjuk kebijakan yang lebih jelas. Data positif ini mendukung dolar secara umum, meskipun reaksi pasar relatif terbatas dalam jangka pendek. Kondisi global dan dinamika pasar energi turut memberi pengaruh tidak langsung terhadap arah dolar AS.
Di Kanada, data produksi menunjukkan pelemahan pada harga produsen dan bahan baku. Industrial Product Price Index turun 1.4% MoM di Juni, sementara Raw Material Price Index turun 6.9%, yang menambah gambaran inflasi yang lebih rendah. Angka-angka ini memperkuat kemungkinan Bank of Canada menempuh kebijakan yang lebih akomodatif dibandingkan Fed dalam beberapa waktu ke depan.
Penurunan harga minyak juga membatasi dukungan bagi CAD, karena pasar energi menjadi faktor utama dalam pergerakan mata uang Kanada. Ketidakpastian perdagangan global dan potensi tarif dapat meningkatkan volatilitas jangka pendek. Sementara itu, sentimen pasar menunjukkan CAD masih rentan terhadap perubahan kebijakan moneter AS dan dinamika perdagangan internasional.
Analisis dari Scotiabank menunjukkan CAD cenderung berada di area netral dengan fokus teknikal pada level pivot sekitar 1.4081. Mereka menambahkan bahwa resistance utama berada di sekitar 1.4125 dan support di sekitar 1.4060, sehingga ruang gerak tidak terlalu luas dalam pelaksanaan trading jangka pendek.
Secara teknikal, pasangan USDCAD saat ini mendekati moving average 40-hari di sekitar 1.4081, yang berfungsi sebagai area pivot penting bagi potensi arah selanjutnya. Break di atas 1.4125 dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut ke area resistance berikutnya. Sebaliknya, jika harga turun menembus 1.4060, tekanan turun bisa kembali menguat.
Rentetan data AS dan pergeseran kebijakan BoC-Fed menambah dinamika teknikal pada pasangan ini. Pergerakan minyak yang lebih rendah menjadi faktor konfirmasi arah jika likuiditas global meningkat. Investor disarankan memantau perubahan harga minyak dan pergerakan yield sebagai indikator konfirmasi arah tren.
Dengan skenario asumsi data AS membaik dan minyak bergerak lebih rendah, peluang untuk pergerakan ke atas tetap terbuka. Target take-profit sekitar 1.4178 atau lebih tinggi seiring penempatan harga di atas level pivot, selama risiko dapat dikelola. Manajemen risiko sebaiknya mencakup stop loss sekitar 1.4040 untuk menjaga rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5.