USD/CAD naik ke level tertinggi tiga bulan, memperlihatkan dominasi USD meskipun dolar secara umum mengalami sedikit tekanan koreksi. CAD terus melemah terhadap USD selama tujuh hari berturut-turut, didorong oleh kekhawatiran soal biaya energi dan momentum permintaan domestik. Pergerakan ini juga dipicu dinamika teknikal pasar yang cenderung mengikuti arah sentimen risiko global. Saat ini, pasangan diperdagangkan di sekitar 1.3960, mendekati level tertinggi sejak Desember 2025.
DXY berada di sekitar 100.17 setelah menyentuh 100.64 di sesi sebelumnya, lalu menarik mundur. Koreksi ini sebagian dilihat sebagai gerakan teknikal setelah reli panjang, dengan beberapa faktor fundamental tetap mendukung pergerakan USD. Sisi geopolitik masih menjadi wildcard, meskipun beberapa pelaku pasar menilai risiko menurun sementara Donald Trump dilaporkan siap mengubah kebijakan terhadap Iran.
Harga minyak yang tetap tinggi menambah tekanan pada CAD karena Kanada adalah pengekspor minyak bersih. Ketertarikan terhadap risiko energi membuat prospek permintaan domestik agak rentan, sehingga investasi dan konsumsi bisa terpengaruh dalam jangka pendek. Data Kanada menunjukkan GDP Januari naik 0,1% MoM, sedikit lebih tinggi dari konsensus flat, menunjukkan momentum yang masih lemah di awal tahun.
Data Kanada menunjukkan pertumbuhan GDP Januari sebesar 0,1% secara MoM, sedikit di atas ekspektasi yang memperkirakan stagnan. Momen ini menunjukkan bahwa momentum ekonomi mulai melambat di awal tahun meskipun angka kecil tersebut tetap positif. Kebijakan fiskal dan biaya energi menjadi faktor yang dinilai pasar dalam menentukan arah BoC.
Estimasi awal real GDP Februari menunjukkan peningkatan sekitar 0,2%, menandakan adanya rebound moderat aktivitas ekonomi. Angka tersebut sejalan dengan proyeksi Bank of Canada yang menargetkan pertumbuhan tahunan sekitar 1,8% dalam laporan kebijakan Januari. Pasar menilai bahwa pemulihan belum cukup kuat untuk mengubah arus kebijakan secara cepat.
Para trader mulai mempertimbangkan kemungkinan dua kali kenaikan suku bunga BoC pada sisa tahun ini, terutama jika harga minyak tetap berada pada level tinggi. Namun, tetap ada risiko terkait pasar tenaga kerja yang membatasi ruang kebijakan, karena inflasi inti tetap terkendali. Dengan demikian, BoC kemungkinan akan menjaga kemerataan kebijakan sambil menilai tekanan energi dalam beberapa bulan mendatang.
Di Amerika Serikat, data menunjukkan JOLTS Job Openings turun menjadi 6.882 juta di Februari dari 7.24 juta pada Januari, sedikit lebih rendah dari ekspektasi 6.92 juta. Penurunan ini mengindikasikan pelambatan dalam permintaan tenaga kerja meskipun pasar tenaga kerja secara umum masih bertahan. Kondisi ini memberi konteks bagi pergerakan dolar ke arah yang lebih stabil dalam jangka pendek.
US Conference Board Consumer Confidence naik menjadi 91,8 pada Maret, mengalahkan proyeksi 87,9 dan membaik dari 91,2 di Februari. Data ini menandakan momentum perbaikan sentimen konsumen meskipun ada volatilitas geopolitik. Sinyal tersebut mendukung posisi dolar di beberapa pasangan, termasuk USD/CAD, tergantung bagaimana investor menilai risiko dan inflasi.
Sentimen risiko global tetap terpengaruh oleh dinamika geopolitik, termasuk laporan bahwa Iran bisa menjadi sasaran balik AS. Dalam konteks ini, pergerakan DXY dan USD/CAD lebih dipengaruhi oleh aliran modal dan pandangan risiko ketimbang hanya data ekonomi. Berdasarkan analisis dari Cetro Trading Insight, ada peluang trading sesuai arah utama jika level dukungan dan resistance bergerak sesuai pola pasar dalam beberapa minggu mendatang.