Harga minyak melonjak akibat meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah, dan hal ini memberi dorongan pada CAD yang bergantung pada komoditas. Pasar juga mencatat WTI berada di sekitar $65,90 per barel, level tertinggi sejak September, yang menambah kekuatan pada mata uang Kanada. Di saat yang sama USD/CAD turun ke sekitar 1,3500, turun hampir 0,4% pada hari itu, menandai momentum yang berfluktuasi bagi pasangan ini. Investor menilai bagaimana dinamika minyak dapat memajukan sentimen risiko dan mempengaruhi aliran modal menuju CAD.
CAD mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak karena Kanada merupakan salah satu eksportir minyak terbesar di dunia. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga memicu volatilitas, sehingga trader meningkatkan hedging pada pasangan mata uang komoditas. Sementara itu, harga minyak tetap berada dalam jalur kenaikan meskipun Greenback tetap stabil secara luas, menunjukkan bahwa sentimen pasar sedang dibagi antara aset berisiko dan perlindungan terhadap dolar.
Perbedaan kebijakan antara BoC dan Fed menambah tekanan sisi negatif pada USD/CAD, meskipun data AS menunjukkan gambaran yang beragam. Trader menilai arah kebijakan kedua bank sentral dalam beberapa kuartal mendatang dengan fokus pada bagaimana setiap langkah kebijakan dapat mempengaruhi arah pasangan. Secara umum, faktor minyak dan kebijakan moneter menjadi pusat perhatian untuk pergerakan jangka pendek USD/CAD.
Bank Sentral Kanada mempertahankan suku bunga kebijakannya di 2,25% dan menegaskan komitmen untuk menjaga inflasi mendekati target 2%, dengan fokus pada kestabilan harga. Langkah ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan menenangkan spekulasi mengenai perubahan kebijakan dalam periode dekat. Dampaknya, dolar Kanada cenderung bertahan lebih kuat terhadap USD meskipun faktor global lain tetap bergejolak.
Sementara itu, Federal Reserve juga menahan suku bunga dan mengadopsi pendekatan yang berhati-hati yang bergantung pada data. Para pejabat mengakui aktivitas ekonomi masih berkembang, tetapi inflasi tetap sedikit tinggi, menambah ketidakpastian prospek kebijakan. Pasar menilai bahwa perbedaan arah kebijakan antara BoC dan Fed akan terus menambah tekanan pada USD/CAD.
Secara pasar, swap suku bunga memperkirakan sekitar 44% probabilitas kenaikan BoC 25 basis poin menjadi 2,50% dalam satu tahun ke depan, sementara pasar memperkirakan Fed akan memangkas dua kali pada sisa tahun ini. Perspektif ini menambah dimensi risiko bagi dolar AS terhadap mata uang Kanada, dengan implikasi bahwa USD/CAD bisa tetap tertekan jika minyak tetap kuat. Investor juga mengamati bagaimana data ekonomi AS terbaru akan mempengaruhi lintasan kebijakan kedua bank sentral.
Dengan momentum saat ini, tekanan pada USD/CAD tampaknya berpotensi berlanjut seiring minyak mempertahankan kenaikannya dan BoC-Fed menunjukkan perbedaan kebijakan yang mendukung CAD. Harga berada di sekitar 1,3500 dengan radar berikutnya untuk pergerakan menuju posisi saat ini. Analisis ini menimbang faktor fundamental yang lebih berat dibandingkan sinyal teknikal jangka pendek, sehingga peluang downside terhadap USD/CAD tetap layak diperhitungkan.
Dalam kerangka risiko dan imbalan, setup perdagangan yang potensial menempatkan fokus pada posisi jual USD/CAD. Rencana ini didasarkan pada gagasan bahwa bias saat ini mengarah pada pelemahan USD terhadap CAD bila minyak tetap kuat dan kebijakan moneter meyakinkan. Namun trader perlu memantau data ekonomi AS dan pernyataan bank sentral yang bisa mengubah arah pasar secara tajam.
Ide perdagangan yang diusulkan adalah menjual USD/CAD dengan open sekitar 1,3500, stop loss 1,3550 dan target keuntungan 1,3350. Rasio risiko-imbalan sekitar 1:3,0 atau lebih, sesuai syarat satu kerugian kecil terhadap potensi laba besar. Perlu diingat, analisa ini bersifat fundamental dan tingkat risiko harus disesuaikan dengan profil investor serta volatilitas pasar yang sedang berlangsung.