USD/CHF telah rebound ke sekitar 0,7910 sepanjang sesi Asia, mencerminkan pemulihan dolar AS dari pelemahan harian meskipun kekhawatiran atas dinamika AS-Greenland masih tinggi. Investor menimbang risiko geopolitik dan permintaan perlindungan terhadap franc Swiss saat sentimen berisiko memburuk. Pergerakan ini juga mencerminkan dinamika likuiditas yang sensitif terhadap berita perdagangan global.
Presiden AS menegaskan bahwa tidak ada jalan kembali pada ambisinya mengenai Greenland, sambil menarik perhatian pada ancaman tarif terhadap beberapa negara UE. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan global, sehingga aset defensif menjadi preferensi sementara investor menilai prospek kebijakan moneter. Meskipun dolar mencoba memulihkan momentum, dukungan dari safe-haven CHF tetap relevan ketika risiko geopolitik meningkat.
Harian ini, pergerakan USD/CHF juga dipengaruhi oleh dinamika kebijakan moneter dan laporan tenaga kerja Amerika. Beberapa pejabat Federal Reserve menekankan perlunya bukti inflasi yang lebih jelas sebelum pelonggaran lebih lanjut, menjaga jalur kebijakan yang tidak terlalu agresif. Pasar mengevaluasi apakah data tenaga kerja akan mengubah persepsi mengenai penundaan penurunan suku bunga, sambil memantau komentar pejabat bank sentral dan poros risiko perdagangan dunia.
Dinamika fundamental menunjukkan keseimbangan antara kekuatan dolar dan sikap kebijakan bank sentral global. Kondisi tenaga kerja AS yang membaik meningkatkan peluang pengetatan kebijakan lebih lama meskipun tekanan inflasi tetap terjaga. Jika data ekonomi AS menguat lebih lanjut, dolar bisa mempertahankan momentum, meski efeknya terhadap USD/CHF akan dibatasi oleh faktor risiko Eropa.
Di sisi lain, risiko geopolitik meningkat meningkatkan daya tarik CHF sebagai aset safe-haven, terutama saat sentimen investor memburuk. Ketegangan terkait tarif dan potensi gangguan perdagangan meningkatkan volatilitas pasangan ini, dengan CHF berpotensi menguat saat pelaku pasar menimbang perlindungan modal. Pasar juga menimbang bagaimana kebijakan UE terhadap barang AS dapat membentuk episod likuiditas di pasar mata uang.
Data Swiss menunjukkan deflasi pada Desember 2025, dengan harga produsen dan impor turun 1,8% secara YoY, di bawah ekspektasi. Penurunan bulanan sebesar 0,2% menggarisbawahi lemahnya tekanan harga domestik dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini berpotensi menahan penguatan CHF jika kebijakan domestik menyesuaikan respons terhadap tekanan harga yang rendah.
Para pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap fluktuasi risiko geopolitik dan data ekonomi yang keluar. Karena dinamika USD/CHF sangat sensitif terhadap perubahan sentimen risiko, skenario utama menunjukkan arah pergerakan yang tidak pasti dalam jangka pendek. Pendekatan defensif dengan manajemen risiko ketat menjadi penting dalam konfigurasi trading saat ini.
Jika risiko risiko geopolitik tetap tinggi dan CHF menjadi aset lindung nilai utama, pasangan ini bisa terdorong melemah terhadap dolar atau bahkan mengalami pembalikan arah yang signifikan. Sebaliknya, jika data AS menunjukkan ketahanan inflasi dan pernyataan kebijakan yang lebih hawkish, USD/CHF berpotensi rebound. Pelaku pasar disarankan menyiapkan pemantauan ketat pada laporan pekerjaan, pidato pejabat Fed, dan berita perdagangan yang dapat memicu pergeseran arah.
Untuk manajemen risiko, hindari eksposur berlebihan pada posisi jangka pendek dan pertahankan rentang perdagangan yang realistis. Fokuskan pada pemantauan perubahan arah dan alihkan posisi jika faktor-faktor fundamental berubah secara substansial. Secara keseluruhan, evaluasi risk-reward secara berkala agar peluang mencapai rasio minimal 1:1,5 dapat terwujud jika volatilitas mereda.