Rupee dibuka hati-hati terhadap Dolar AS menjelang perundingan dagang antara kedua negara. Data inflasi ritel India menunjukkan peningkatan menjadi 1,31% pada Desember, meleset dari estimasi 1,5%. Investor menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk mendapatkan petunjuk kebijakan moneter The Fed. Rupee diperdagangkan sekitar 90,52 per USD pada pembukaan hari ini, menandai nada berhati-hati di pasar mata uang lokal.
Pasangan USD/INR diperkirakan tetap berada di radar para pelaku pasar hingga hasil pertemuan perdagangan AS-India memberikan sinyal jelas tentang arah aliran modal. India sendiri disebut menjadi salah satu mata uang Asia dengan performa terburuk pada tahun ini akibat tarif impor yang tinggi dari Washington. Kondisi ini menambah beban bagi rupee jika negosiasi perdagangan tidak menghasilkan kejutan positif.
Dukungan sentimen datang dari pernyataan Duta Besar AS untuk India tentang rencana pertemuan perdagangan dan undangan India untuk bergabung dengan inisiatif Pax Silica. Pengumuman tersebut mendorong rebound di pasar ekuitas India, dengan Nifty50 mampu mengikis penurunan intraday dan berbalik positif saat sesi ditutup. Secara umum, dinamika politik perdagangan menjadi katalis utama bagi pergerakan mata uang rupee dan indeks utama India.
Di kancah global, pasar menunggu rilis data IHK AS untuk Desember, dengan kebijakan moneter The Fed tetap menjadi fokus utama. Indeks dolar menguat tipis di sekitar level 99,0 setelah koreksi sebelumnya, sementara spekulasi tentang jalur suku bunga menambah volatilitas. Komentar Ketua Fed Jerome Powell terkait independensi bank sentral dan respons kebijakan dijelaskan untuk meredakan kekhawatiran pasar mengenai tekanan politik terhadap kebijakan moneter.
Secara kebijakan, perkiraan untuk 2025 menunjukkan penurunan suku bunga sekitar 75 bp menjadi 3,50%–3,75% seiring laju inflasi melambat. Di sisi lain, inflasi di India tercatat 1,33% YoY Desember, di atas pembacaan bulan sebelumnya namun tetap di bawah estimasi 1,5%, memberi ruang bagi kebijakan pelonggaran suku bunga di masa mendatang.
Analisis teknikal menunjukkan USD/INR mempertahankan posisi di atas EMA 20-hari (sekitar 90,27), dengan RSI di 55,75 berada pada wilayah netral namun cenderung positif. Momentum harga tetap stabil, dan tren naik bisa berlanjut jika harga tetap bertahan di atas EMA tersebut.
Harga USD/INR saat ini berada sekitar 90,46 dalam kerangka harian, menunjukkan posisi yang tetap berada di atas EMA 20-hari. Struktur ini menandakan bias bullish ringan dengan peluang pergerakan lebih lanjut jika momentum tetap positif. Faktor eksternal seperti data inflasi global dan pernyataan kebijakan dapat memperkuat pergerakan ini.
RSI berada di 55,75, menunjukkan kondisi netral dengan kecenderungan positif. DXY juga menunjukkan dinamika yang mendukung pergerakan dolar secara umum, sehingga pasangan USD/INR bisa melanjutkan tren upside selama level EMA terjaga. Namun potensi volatilitas tetap ada karena dinamika geopolitik dan perubahan harian di pasar global.
Rekomendasi trading berdasarkan analisis teknikal adalah membeli USD/INR dengan entry sekitar 90,46. Target profit ditetapkan di 91,20, sedangkan stop loss di 90,20. Rasio risk-reward sekitar 2,85:1, sesuai dengan prinsip manajemen risiko. Pastikan pergerakan harga tetap di atas EMA 20-hari untuk konfirmasi kelanjutan tren.