USD/JPY Dibuka Lemah di Minggu Baru Akibat Risiko Global dan Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Fed

USD/JPY Dibuka Lemah di Minggu Baru Akibat Risiko Global dan Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Fed

trading sekarang

USD/JPY dibuka melemah pada awal pekan karena kekhawatiran perang dagang meningkatkan permintaan aset safe-haven. Investor beralih ke yen, mendorong pasangan mata uang ini lebih rendah meski beberapa faktor teknikal membantu menjaga turunannya. Di sisi lain, spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga The Fed menambah tekanan pada dolar AS.

Di sisi kebijakan, fokus tertuju pada upaya Jepang menahan kebijakan fiskal dan data PCE AS yang menunjukkan inflasi inti lebih tinggi dari ekspektasi Desember. Instrumen ini menandakan bahwa Fed mungkin menahan kebijakan pada bulan Maret, tetapi masih ada peluang untuk dua potongan 25 bps di tahun berjalan karena perlambatan ekonomi AS. Imbasnya, dolar AS terkoreksi dari level tertinggi yang sempat dicapai.

Selain itu, kinerja ekonomi Jepang yang lemah di kuartal keempat menambah tekanan pada Tokyo untuk meluncurkan stimulus lebih lanjut. Data inflasi Jepang yang melambat juga menurunkan peluang BoJ menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat, sehingga penurunan lebih lanjut pada USD/JPY dibatasi oleh pandangan bahwa BoJ tidak akan mengejar kebijakan agresif. Kondisi ini membuat volatilitas turun tetapi menjaga arah pasaran tetap rapuh, terutama dalam hari kerja yang relatif tipis karena libur bank di Jepang.

Harga spot USD/JPY saat ini sekitar 154.35, setelah turun lebih dari 0.45% sepanjang hari. Angka bulat 154.00 tetap menjadi level psikologis yang sering diperhatikan trader sebagai batas awal pergerakan. Meski demikian, pergerakan di kisaran ini bisa berubah seiring bagaimana risiko global berkembang.

Penurunan dolar AS sebagian dipicu ekspektasi pemotongan suku bunga Fed dan pelemahan data ekonomi AS, yang memperkuat opini bahwa Fed akan menjalankan kebijakan lebih longgar. Namun, kemunduran tetap bisa berlanjut jika sentimen risk-off menguat, didukung oleh faktor eksternal seperti kebijakan BoJ dan akumulasi posisi pasar yang terbatas karena libur nasional di Jepang.

Secara teknikal, pergerakan USD/JPY tampaknya terikat antara tekanan risk-off dan dukungan yen sebagai pelindung nilai. Level kunci di 154.00 menjadi fokus utama jika harga menembus ke bawah, sedangkan reaksi teknikal di atas 154.50–154.80 bisa menguji area resistance yang lebih tinggi. Para trader disarankan saat ini menjaga posisi terbatas dan menghindari over-leverage sambil memperhatikan volume perdagangan.

Implikasi bagi Trader dan Risiko Pasar

Ekspektasi dua potongan 25 bps oleh Fed tahun ini menambah dinamika bagi dolar AS, terutama jika data ekonomi AS mengikuti ekspansi yang lebih lemah. Risiko geopolitik terkait tarif global berlanjut, menambah daya tarik yen sebagai pelindung nilai. Karena itu, USD/JPY bisa bergerak sideways dengan kecenderungan rendah selama sentimen risiko tetap lesu.

Para trader perlu menerapkan manajemen risiko yang disiplin mengingat volatilitas dapat meningkat dengan perubahan kebijakan moneter dan laporan data baru. BoJ yang cenderung hati-hati terhadap langkah kebijakan juga menahan pergerakan besar bagi pasangan ini. Laju dolar terhadap yen menjadi cerminan campuran antara tekad kebijakan dan dinamika risiko global.

Kesimpulannya, arah USD/JPY pada pekan-pekan mendatang akan sangat dipengaruhi oleh keputusan kebijakan, data inflasi AS, serta risiko geopolitik. Rekomendasi untuk pembaca adalah mengambil pendekatan bertahap dengan exposure rendah dan stop-loss ketat, sembari menjaga fokus pada sinyal teknikal yang mudah dipahami. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami faktor utama tanpa jargon berbelit.

broker terbaik indonesia