USD/JPY Diperdagangkan Dekat 154,35: Ketidakpastian Tarif Global dan Data PPI AS Jadi Fokus

USD/JPY Diperdagangkan Dekat 154,35: Ketidakpastian Tarif Global dan Data PPI AS Jadi Fokus

Signal USD/JPYBUY
Open154.350
TP156.500
SL153.750
trading sekarang

USD/JPY melemah ke sekitar 154,35 pada sesi Asia awal Senin, mencatat penurunan sekitar 0,46%. Pergerakan ini dipicu oleh ketidakpastian tarif global dan sinyal dari data PPI AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Para pelaku pasar mengamati aset safe-haven dan faktor likuiditas yang bisa mendorong pergerakan pasangan ini.

Dalam konteks ini, data PPI AS yang akan datang berpotensi menggerakkan volatilitas jangka pendek. Jika PPI menunjukkan tekanan harga yang lebih lemah, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bisa berkurang, sementara sentimen perdagangan tetap rapuh karena ketidakpastian tarif. Imbasnya terhadap biaya impor dan margin perusahaan menjadi fokus utama pelaku pasar.

Dukungan teknikal di sekitar level 154,35 menjadi fokus bagi trader, karena angka tersebut bisa berfungsi sebagai dukungan dalam pergerakan jangka pendek. Para analis menilai bahwa rilis data PPI nanti bisa membuka peluang koreksi ke sisi atas jika data mendukung pelemahan USD. Cetro Trading Insight akan terus memantau rilis data dan komentar pelaku pasar untuk memberikan gambaran yang lebih jelas.

Inflasi Jepang yang lebih lemah pada Januari menambah tekanan terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ. Laporan CPI Nasional menunjukkan kenaikan YoY sebesar 1,5% pada Januari, turun dari 2,1% di Desember. Angka inti inflasi mencapai dua tahun rendah sekitar 2%, mendekati target BoJ.

Kondisi ini menandakan bahwa tekanan inflasi yang cukup rendah bisa mengurangi dorongan BoJ untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Jika BoJ menunda kenaikan, JPY cenderung melemah terhadap USD karena divergensi kebijakan yang lebih luas. Namun, pelemahan yen juga bisa membatasi pergerakan USDJPY ke sisi bawah, karena pelemahan yen cenderung menjaga pasangan ini tidak jatuh terlalu tajam.

Menurut para trader, fokus tetap pada bagaimana data inflasi Jepang memengaruhi langkah BoJ serta dinamika kebijakan. BoJ tetap menargetkan kestabilan inflasi, dan jika angka inti tetap berada di bawah target, keputusan kebijakan bisa tertahan. Dalam konteks ini, analisis teknikal juga memperhatikan level support di sekitar 154,3 dan potensi pembentukan pola reversal jika sentimen berubah.

Sentimen Pasar, Tarif Global, dan Rencana Anggaran Jepang

Di luar angka inflasi, ketidakpastian tarif global menjadi faktor pendorong utama. Presiden AS mengisyaratkan peningkatan tarif dari 10% menjadi 15%, yang dapat menambah tekanan pada perdagangan internasional dan mempengaruhi aliran modal. Pasar merespons dengan menjaga posisi hedge pada USD dan mengawasi reaksi pasar terhadap komentar resmi.

Komentar politik yang mendesak kebijakan fiskal juga berpotensi memulihkan sentimen terhadap Jepang jika pemerintah menegaskan rencana belanja fiskal. Upaya memperbaiki pertumbuhan domestik bisa meningkatkan permintaan dan memicu perluasan defisit anggaran, meskipun fokus tetap pada penyehatan debt-to-GDP. Trader akan memantau apakah anggaran awal bisa membiayai belanja tanpa mengorbankan keseimbangan fiskal.

Secara teknikal, pergerakan USDJPY berada dalam kisaran 154,3–155,0 dan bisa berubah tergantung komentar politik serta data utama. Jika data PPI AS kuat sementara BoJ menahan kebijakan, pasangan ini bisa melaju ke atas. Sebaliknya, jika tekanan inflasi Jepang meningkat, pasangan bisa terkoreksi sedikit, sehingga manajer risiko perlu menyesuaikan target profit dan stop loss sesuai risiko.

broker terbaik indonesia