USD/JPY melemah sekitar 157.55 pada pembukaan Asia, menandai penguatan Yen terhadap dolar. Kondisi ini muncul seiring meningkatnya risiko geopolitik yang membuat investor mencari perlindungan di aset yang lebih aman. Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran telah memperpanjang volatilitas di pasar global. Pasar juga menilai bagaimana jeda ketegangan ini dapat memengaruhi kebijakan moneter di masa mendatang.
Akan ada sorotan utama pada rilis US February ISM Services PMI hari ini. Data ini menjadi indikator utama kesehatan sektor jasa di ekonomi terbesar dunia dan bisa mengarahkan arah dolar versus yen tergantung hasilnya. Jika angka keluar lebih kuat dari ekspektasi, Greenback kemungkinan menguat terhadap Yen. Namun jika data meleset, Yen berpotensi tetap kuat didorong oleh permintaan aset aman. Menurut analisis Cetro Trading Insight, jika angka ini lebih baik dari perkiraan, dolar kemungkinan mendapatkan dorongan tambahan; sebaliknya, kejutan negatif bisa menjaga yah dalam momentum menguatnya Yen.
Komentar dari BoJ juga menjadi bagian penting analisis. Deputi Gubernur BoJ Ryozo Himino menyatakan kebijakan saat ini masih agak akomodatif, namun bank sentral bisa menaikkan suku bunga secara moderat jika proyeksi ekonomi dan inflasi terpenuhi. Pasar menilai respons kebijakan ini dalam konteks perubahan dinamika ekonomi global. Ketegangan geopolitik yang berlanjut juga dapat mendukung yen di jangka pendek jika risiko meningkat.
Faktor geopolitik tetap menekan volatilitas pasar dan menjaga yen dalam fokus sebagai aset lindung nilai. Ketidakpastian regional membuat investor menimbang risiko jangka pendek terhadap USDJPY. Sementara itu, dinamika kebijakan moneter di kawasan dan perubahan sentimen pasar turut membentuk arah pasangan ini sepanjang sesi berikutnya.
Selain itu, prospek ISM Services PMI Februari yang diperkirakan turun tipis dari 53.8 menjadi 53.5 menghadirkan gambaran bahwa aktivitas jasa masih ekspansif meskipun melambat. Angka yang lebih tinggi dari estimasi bisa memberikan dorongan bagi dolar AS, sedangkan angka yang lebih lemah memberi ruang bagi yen untuk menguat.
Dalam konteks trading, jika data PMI mengalahkan ekspektasi, USDJPY bisa menembus resistance baru sementara risiko geopolitik menambah volatilitas. Jika hasilnya mengecekan, Yen berpotensi menguat lebih lanjut terhadap dolar, membuka peluang rasio risiko-keuntungan. Disarankan manajemen risiko yang ketat dan fokus pada arahan data ekonomi utama.