USD/JPY mendekati 155,55 didorong PMI AS positif dan nada hawkish BoJ berlanjut

USD/JPY mendekati 155,55 didorong PMI AS positif dan nada hawkish BoJ berlanjut

trading sekarang

Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight menyajikan gambaran bagaimana USD/JPY bergerak mendekati level penting sekitar 155,55 pada sesi Asia. USD menunjukkan kekuatan relatif terhadap Yen sejalan dengan optimisme data ekonomi AS. Di tengah dinamika fiskal Jepang yang tidak menentu, pasar tetap fokus pada jalur kebijakan moneter kedua negara.

Kondisi pasar menunjukkan minat beli di sekitar 155,55, dengan volatilitas yang meningkat pada pembukaan perdagangan Asia. Pedagang mengevaluasi potensi pergeseran arah jika data berikutnya memperkuat opini dolar. Level teknikal di sekitar 155,55 menjadi acuan untuk penjagaan risiko dalam perdagangan jangka pendek.

BoJ tetap berhati-hati dalam menilai prospek inflasi, meski sinyal hawkish muncul dalam ringkasan pertemuan. Beberapa anggota dewan menekankan pentingnya mengikuti inflasi dan menimbang kenaikan suku bunga tepat waktu jika prospek ekonomi stabil. Sikap ini bisa membatasi kerugian yen meski tekanan eksternal tetap ada.

Data manufaktur AS menurut Institute for Supply Management ISM menunjukkan ekspansi yang kuat pada Januari dengan PMI berada di 52,6, meningkat dari 47,9 bulan sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 48,5 dan menandai ekspansi terkuat sejak 2022. Kondisi tersebut memperkuat optimisme bahwa aktivitas pabrik AS tetap berkembang meskipun biaya input fluktuatif.

Hasil PMI yang kuat meningkatkan peluang bahwa Federal Reserve akan menjaga kebijakan suku bunga pada level yang lebih tinggi untuk periode yang lebih lama. Pasar juga memotong peluang pemotongan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan setelah data optimis tersebut. Dinamika ini mendorong USD menguat terhadap beberapa pairednya, termasuk Yen.

Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) telah menginformasikan bahwa laporan ketenagakerjaan Januari tidak akan dirilis sesuai jadwal karena penutupan pemerintah sebagian. Ketidakpastian kalender data menambah volatilitas jangka pendek di pasar mata uang. Meskipun demikian, fokus utama tetap pada sinyal PMI dan arah kebijakan moneter AS untuk memetakan potensi pergerakan jangka pendek USD/JPY.

Di sisi Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi mengusulkan pemilihan umum mendadak pada 8 Februari, menambah ketidakpastian fiskal dan politik. Ketidakpastian ini berpotensi menekan yen dalam jangka pendek karena pelaku pasar menimbang dampak kebijakan fiskal terhadap ekonomi. Namun, dinamika politik bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi arah pasangan ini.

Ringkasan Opini BoJ dari pertemuan 22-23 Januari mengungkapkan kecenderungan hawkish yang meningkat di antara para anggota dewan. Mereka menekankan pentingnya tidak tertinggal dalam inflasi dan mendorong kenaikan suku bunga secara tepat waktu jika prospek pertumbuhan stabil. Kebijakan hawkish ini membantu membatasi kerugian yen meski risiko eksternal tetap ada.

Secara keseluruhan, pasar akan memantau pernyataan kebijakan BoJ, perkembangan politik Jepang, serta dinamika data AS untuk melihat arah USD/JPY. Investor perlu mengelola risiko karena volatilitas bisa tetap tinggi dalam beberapa sesi mendatang.

broker terbaik indonesia