Menurut analisis dari Cetro Trading Insight, USD/JPY berada sekitar 158.90, mencerminkan dinamika pasar yang relatif tenang meski risiko geopolitik meningkat. Pasar terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong permintaan aset safe-haven seperti Yen. Dalam konteks ini, investor mempertimbangkan dampak jangka pendek terhadap arus modal dan likuiditas global.
Secara makro, data CPI AS bulan Februari menunjukkan kenaikan 0.3 persen secara bulanan, sesuai ekspektasi. Core CPI naik 0.2 persen, juga berada di garis proyeksi. Pasar lebih fokus pada pergerakan harga minyak yang berpotensi menaikkan inflasi headline di beberapa bulan mendatang.
Sejumlah analis menilai bahwa pasar menunggu Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan 18 Maret, sambil melihat sinyal poros kebijakan dari BoJ. Ketegangan geopolitik menambah tekanan ke arah USD, namun langkah BoJ menuju normalisasi kebijakan tetap menjadi faktor kunci. Dalam konteks ini Yen mempunyai peluang sebagai pelindung risiko jika ketegangan meningkat.
Dari sisi teknikal, fokus pasar berada pada zona resistance sekitar 159 hingga 160 yang telah menjadi area uji beberapa waktu belakangan. Eskalasi geopolitik yang berlanjut maupun potensi pernyataan hawkish dari BoJ dapat menahan pergerakan USD/JPY di dekat level tersebut. Skenario alternatif jika deeskalasi terjadi adalah penurunan harga minyak dan perubahan pola fundamental bagi USD/JPY.
Rencana trading yang direkomendasikan adalah posisi jual USD/JPY dengan enter di sekitar 158.90. Target profit di 157.00 dan stop loss di 160.15 memberikan risiko-imbalan sekitar 1.5:1 atau lebih, sejalan dengan strategi manajemen risiko. Strategi ini mengandalkan tekanan risiko yang mendukung Yen dan potensi pembatasan rebound USD/JPY di level kunci.
Pertimbangan tambahan mencakup kemungkinan BoJ menunda perubahan agresif sambil melanjutkan jalur normalisasi kebijakan. Kenaikan harga energi juga bisa menambah tekanan terhadap ekonomi Jepang dan mempengaruhi permintaan safe-haven tetap relevan. Pasar disarankan tetap memantau laporan inflasi berikutnya dari AS, dinamika kebijakan Fed, serta perkembangan di Timur Tengah untuk menilai kesinambungan posisi trading.