USD/JPY tetap terpantau volatilitas meskipun mencoba melanjutkan rebound dari level mingguan rendah. Harga kembali berada di atas angka 159,00 dan berupaya menjaga momentum dari tertinggi minggu ini yang berada di sekitar 157,88. Saat ini pasangan diperdagangkan di sekitar 159,20, menandai bahwa pelaku pasar mencoba menahan tekanan jual sambil menunggu konfirmasi arah selanjutnya. Laporan ini disajikan oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca yang ingin memahami konteks pasar secara ringkas namun mendalam.
Ketidakpastian seputar masa depan negosiasi damai antara negara-negara besar menjaga sentimen risk-off tetap rapuh. Otoritas Iran mengemukakan keraguan tentang partisipasi mereka dalam negosiasi perdamaian yang rencananya dimulai di Islamabad, Pakistan. Sementara itu, AS menyoroti adanya kendala pada penanganan arus kapal melalui Selat Hormuz, yang menambah risiko bagi aliran perdagangan dan menambah tekanan pada yen. Kondisi ini membuat investor berhati-hati dan menahan langkah besar pada posisi dolar vis-à-vis yen.
Di sisi inflasi domestik Jepang, producer prices index (PPI) menunjukkan tekanan harga yang meningkat, dengan angka YoY berada di sekitar 2,6% dan bulanan 0,8%. Pembacaan ini menambah kekhawatiran terhadap prospek kebijakan BoJ yang berada di bawah tekanan untuk menilai ulang dinamika inflasi. Peningkatan inflasi global juga menambah latar belakang bagi volatilitas di pasar valuta asing, terutama ketika data ekonomi AS yang akan datang berpotensi mengubah pedoman kebijakan federal.
Fokus pelaku pasar beralih ke rilis data Consumer Price Index (CPI) AS bulan Maret yang diperkirakan naik sekitar 3,3% secara tahunan, tertinggi dalam hampir dua tahun. Angka inflasi yang lebih tinggi berpotensi memaksa Federal Reserve untuk mempertahankan sikap lebih hawkish dan mengubah ekspektasi mengenai kelanjutan siklus pelonggaran. Dampak potensialnya adalah penguatan dolar terhadap yen jika tekanan inflasi meningkat lebih lanjut.
Sebaliknya, jika CPI keluar lebih rendah dari ekspektasi, sentimen risiko bisa lebih stabil dan yen relatif menahan tekanan, memberikan peluang bagi yen untuk menguat. Namun, volatilitas tetap tinggi karena investor menimbang bagaimana kebijakan hawkish Fed beriringan dengan sinyal BoJ yang masih cenderung menjaga kebijakan ultra-lenannya untuk waktu dekat. Ini membuat pasangan USD/JPY tetap berada dalam fokus volatilitas pasar mata uang global.
Di sisi kebijakan moneter domestik Jepang, tekanan inflasi domestik menambah perdebatan tentang kapan BoJ mungkin meninjau kebijakannya. Skenario ini meningkatkan dinamika risiko untuk pergerakan USD/JPY karena perbedaan arah kebijakan antara Fed dan BoJ. Dalam konteks ini, range pergerakan cenderung lebih luas, sehingga trader perlu memperhatikan level kunci dan volatilitas yang muncul menjelang rilis data AS berikutnya.