USD/JPY Menguat Didukung Data Konsumen AS dan Ketegangan Kebijakan BoJ Tekan Yen

USD/JPY Menguat Didukung Data Konsumen AS dan Ketegangan Kebijakan BoJ Tekan Yen

Signal USD/JPYBUY
Open155.950
TP157.950
SL154.950
trading sekarang

USD/JPY dilaporkan menguat sekitar 155.95 pada Selasa, menandai kenaikan sekitar 0,8% dalam satu sesi. Pergerakan itu didorong oleh kekuatan dolar AS yang didukung data makro terbaru serta lemahnya yen di tengah ketidakpastian ekonomi global. Di saat yang sama, indeks dolar (DXY) mendekati level 98,00, menunjukkan permintaan yang membaik terhadap greenback.

Data kepercayaan konsumen AS untuk Februari meningkat menjadi 91,2, setelah direvisi dari 89,0. Dana M. Peterson menyatakan rebound ini menandai berkurangnya pesimistis terhadap prospek di masa mendatang, walau indeks tetap jauh dari puncaknya pada November 2024. Peningkatan ini menjadi dukungan bagi dolar meskipun pasar menilai adanya risiko fiskal dan perdagangan yang berdekatan.

Beberapa pernyataan FOMC menunjukkan bahwa beberapa anggota menganggap pelonggaran lebih lanjut terlalu dini tanpa bukti inflasi kembali ke target 2%. Meskipun demikian, pasar tetap memprakirakan beberapa pemotongan 25 basis poin pada tahun ini, sehingga upside jangka menengah dolar dibatasi. Untuk yen, tekanan bertambah karena spekulasi bahwa kebijakan normalisasi BoJ bisa berjalan lebih lambat, setelah laporan bahwa PM Jepang mengungkapkan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut saat bertemu Gubernur BoJ.

Ketegangan antara pemerintah Jepang dan BoJ turut menekan yen, karena pasar menimbang arah kebijakan moneter yang lebih lambat. Analis menilai bahwa dinamika politik domestik bisa membentuk ekspektasi tentang tindakan pengetatan hingga musim semi mendatang. Kendati Ueda menyatakan tidak ada permintaan kebijakan moneter spesifik, pembicaraan tersebut memicu kekhawatiran pasar soal kelanjutkan normalisasi kebijakan.

Di sisi lain, yen menghadapi tekanan akibat preferensi global terhadap dolar. Ketika perselisihan kebijakan memudar, perbedaan suku bunga tetap menjadi faktor, namun pasar melihat hal tersebut tidak lagi menjadi penentu utama arah pasangan ini. Menurut MUFG, dinamika ini bisa membuat pasar memangkas ekspektasi pengetatan lebih awal sebagai bagian dari penyesuaian terhadap prospek pertumbuhan dan inflasi.

Secara teknikal, SG mencatat bahwa korelasi tradisional antara perbedaan suku bunga dan USD/JPY tampak melemah untuk sementara. Analis memperkirakan bahwa faktor pertumbuhan Jepang akhirnya lebih menentukan arah pasangan mata uang ini dibandingkan sekadar perbedaan suku bunga. Pasar juga menantikan sinyal lanjutan kebijakan dan respons terhadap data ekonomi domestik.

Rencana Sinyal Perdagangan dan Risiko

Analisis ini menghasilkan sinyal beli untuk USD/JPY, mengingat dorongan fundamental dolar dan tekanan pada yen. Tren kenaikan terlihat berlanjut meski volatilitas tetap ada karena data AS dan komentar kebijakan yang membentuk sentimen pasar. Posisi pembukaan berada di sekitar level 155,95 sebagai landasan untuk potensi pergerakan lebih lanjut.

Rencana perdagangan menetapkan open 155.95, take profit 157.95, dan stop loss 154.95. Rasio risiko-imbalan sekitar 2:1, memenuhi standar minimal 1:1,5. Pelaku pasar perlu memantau perubahan berita kebijakan dan dinamika dolar untuk menjaga eksekusi yang tepat.

Namun, pergerakan pasar bisa berubah sewaktu-waktu jika kejutan kebijakan muncul atau data ekonomi Amerika mematahkan ekspektasi. Jika yen menunjukkan tanda-tanda pemulihan, posisi long USD/JPY perlu dievaluasi ulang. Oleh karena itu, penting untuk terus mengikuti pembaruan berita dan analisis teknikal untuk menyesuaikan trading plan secara real-time.

broker terbaik indonesia