USD/JPY bergerak moderat lebih tinggi di sekitar 158,65 pada pembukaan sesi Asia hari Jumat. Data klaim pengangguran AS yang turun secara tak terduga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level rendah untuk beberapa bulan ke depan. Kondisi ini memberi dukungan bagi dolar AS berhadapan dengan yen, meskipun kekhawatiran atas kebijakan fiskal Jepang menambah tekanan turun pada mata uang Jepang.
Investors juga menantikan rilis Laporan Produksi Industri AS untuk bulan Desember yang dijadwalkan hari ini, yang berpotensi memperkaya gambaran pertumbuhan ekonomi. Sinyal yang berasal dari pasar tenaga kerja tetap menunjukkan kekokohan, dengan klaim pengangguran awal turun lebih rendah dari estimasi pasar. Hal ini menambah bukti bahwa pasar tenaga kerja sedang membaik dan memberi dukungan pada pandangan bahwa inflasi tetap menantang bagi kebijakan moneter.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa jumlah orang AS yang mengajukan tunjangan pengangguran turun menjadi 198 ribu untuk pekan yang berakhir 10 Januari, turun dari konsensus 215 ribu dan lebih rendah dari revisi pekan sebelumnya. Angka ini menambah dorongan bahwa The Fed akan menahan jalur kebijakan saat ini lebih lama, mendukung ketahanan Greenback. Sementara itu, fokus pasar juga tertuju pada bagaimana pernyataan pejabat Fed, termasuk Gubernur Michelle Bowman, akan membentuk ekspektasi terhadap sikap kebijakan kedepannya.
Kebijakan fiskal Jepang dipandang makin ekspansif jika Takaichi berhasil menguasai mayoritas di parlemen, memperkuat dorongan untuk langkah stimulus. Langkah-langkah tersebut secara umum cenderung membebani yen karena aliran likuiditas yang lebih agresif dan sikap investor yang menilai risiko inflasi di Jepang. Dinamika politik saat ini membuat para pelaku pasar mengantisipasi bagaimana tekanan fiskal bisa mempengaruhi nilai tukar JPY terhadap mata uang utama.
Rencana Takaichi untuk membubarkan parlemen dan memanggil pemilihan mendadak meningkatkan risiko yen melemah lebih lanjut jika kebijakan fiskal ekspansif disahkan. Kekhawatiran atas inflasi tetap membatasi penurunan yen secara berlebihan, meskipun narasi fiskal Jepang tetap menahan volatilitas lebih luas. Analis TD Securities mencatat bahwa jika koalisi Demokrat Liberal Takaichi meraih mayoritas, yen kemungkinan akan bergerak lebih lemah terhadap dolar.
Sementara itu, otoritas keuangan Jepang tetap waspada terhadap volatilitas FX. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan yang tepat terhadap pergerakan mata uang asing yang berlebihan, tanpa menutup opsi apapun. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pasar tetap berada dalam radar intervensi, meskipun metode yang dipakai bisa bervariasi. Pasar akan menimbang peluang intervensi terhadap potensi tekanan akumulatif pada yen.
Secara fundamenta, USD/JPY berada dalam tren yang didorong ekspektasi Fed menahan kenaikan suku bunga di masa depan dan kekuatan dolar akibat laporan tenaga kerja AS. Pasangan ini bergerak mendekati level kunci di sekitar 160–162, dengan risiko jangka pendek yang terukur jika saat ini fokus pada komentar pejabat Bank Sentral AS dan data ekonomi terkini. Para pelaku pasar memantau ketat pola rilis inflasi dan produk industri AS untuk konfirmasi arah lebih lanjut.
Dalam jangka pendek, dinamika kebijakan Jepang dan kemungkinan intervensi pasar dapat menimbulkan volatilitas. Investor kemungkinan akan menghindari posisi ekstrem jika tidak ada konfirmasi baru tentang kebijakan fiskal atau langkah intervensi. Sinyal dari pasar menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY dapat berlanjut jika data tenaga kerja AS membangun optimisme terhadap pertumbuhan dan inflasi masih di atas target.
Rencana perdagangan yang disarankan adalah membuka posisi beli pada USD/JPY jika harga melampaui level resistance sekitar 161.0–161.5 dengan stop loss di sekitar 157.0. Target harga bisa ditempatkan pada kisaran 161.5–162.5, tergantung volatilitas pasar. Strategi ini mengikuti prinsip risk-reward minimal lebih dari 1:1,5 dan fleksibel terhadap pembacaan data ekonomi yang baru. Namun, pelaku pasar perlu memantau perkembangan kebijakan Fed dan pernyataan pejabat Jepang untuk menghindari gangguan signifikan terhadap arah pair.