USD/JPY Menguat Didukung Risiko Pasokan Minyak dan Inflasi AS

USD/JPY Menguat Didukung Risiko Pasokan Minyak dan Inflasi AS

trading sekarang

USD/JPY menguat karena yen melemah akibat kekhawatiran gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah yang terkait dengan eskalasi di wilayah tersebut. Jepang sangat bergantung pada impor energi, sehingga pergerakan harga minyak memberi dampak langsung pada pasangan mata uang ini. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca awam memahami dinamika pasar tanpa jargon berlebihan.

Hingga saat ini, pasangan USD/JPY diperdagangkan sekitar 158.82, mendekati level tertinggi sebelumnya yang terlihat setelah laporan evaluasi kebijakan pada 23 Januari. Pergerakan harga juga dipicu oleh kenyataan bahwa dolar AS tetap kuat dan imbal hasil obligasi tenor menengah-tinggi naik, menambah tekanan pada yen.

Didorong oleh dolar AS yang kuat dan imbal hasil Treasuries yang lebih tinggi, yen tetap berada di wilayah lemah, sementara data inflasi AS yang sesuai ekspektasi memperkuat sikap kehati-hatian The Fed. Fokus pasar kini tertuju pada rilis inflasi PCE pada hari Jumat untuk petunjuk arah kebijakan ke depan.

Data inflasi Amerika Februari memenuhi ekspektasi pasar, memperkuat narasi bahwa kebijakan Federal Reserve akan tetap berhati-hati hingga ada sinyal inflasi yang lebih jelas. CPI MoM naik 0.3% pada Februari, sesuai konsensus, sementara CPI YoY berada di 2.4%.

Core CPI yang mengecualikan makanan dan energi naik 0.2% MoM pada Februari, sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya, dengan laju YoY tetap 2.5%. Data ini memperkuat pandangan bahwa The Fed akan melanjutkan pendekatan yang hati-hati dalam poros kebijakan suku bunga di bulan mendatang.

Investors menantikan laporan Personal Consumption Expenditures PCE inflasi pada hari Jumat, yang bisa membentuk ekspektasi kebijakan dalam beberapa bulan ke depan. Di tengah kekhawatiran seputar harga minyak, pasar juga menilai potensi kebijakan BoJ yang terhenti untuk sementara waktu.

IEA sepakat melepaskan sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis untuk meredakan gangguan pasokan, dengan dukungan negara G7. Langkah ini bertujuan menstabilkan pasar energi dan menurunkan volatilitas harga minyak di tengah risiko geopolitik.

Rilis cadangan minyak ini menambah upaya stabilisasi pasar, sementara pasar juga menimbang arahan kebijakan BoJ. Banyak ekonom memperkirakan BoJ akan mempertahankan suku bunga utama pada 0.75% pada rapat 19 Maret, meski beberapa analis melihat peluang kenaikan pada Juni.

Demikian juga, komentar terkait konflik Iran dan pernyataan dari Trump yang menyebut perang bisa berakhir segera menambah dinamika sentimen pasar secara keseluruhan.

broker terbaik indonesia