
USD/JPY diperdagangkan sekitar 162.55 pada penulisan hari ini, didorong oleh rebound dolar AS. Indeks dolar (DXY) berada di sekitar 101.00 setelah mencoba memulihkan diri dari level terendah intraday di sekitar 100.65. Ketergantungan pada sikap risk-off dan faktor likuiditas global membuat pasangan ini sensitif terhadap perubahan sentimen pasar.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi pendukung utama bagi dolar, meskipun ada isyarat diplomatik antara Washington dan Teheran. Upaya komunikasi antara pihak-pihak terkait meningkatkan harapan negosiasi, meski berita terbaru juga menambah risiko geopolitik. Pelaku pasar mengalihkan fokus pada bagaimana konflik regional ini mempengaruhi arus modal dan harga minyak.
Pasar juga menilai prospek kebijakan moneter. Komentar beberapa pejabat Federal Reserve menegaskan komitmen untuk menurunkan inflasi menuju target 2%, sehingga sebagian investor menyiapkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan. Sementara itu, di sisi lain, sentimen terhadap kebijakan Bank of Japan (BoJ) menambah kompleksitas arah pasangan ini.
BoJ diperkirakan mempertahankan suku bunga di 1% pada pertemuan mendatang, sambil menunjukkan bahwa langkah pengetatan akan diperlukan di masa depan. Laporan media seperti Kyodo dan analisis pasar menilai bahwa kebijakan saat ini tetap akomodatif untuk sementara, namun ada petunjuk bahwa pengetatan bisa datang ketika inflasi tumbuh lebih kuat.
Menteri Keuangan Jepang menegaskan kesiapan pemerintah untuk bertindak jika pergerakan yen menjadi terlalu ekstrem. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pihak berwenang siap menggunakan alat kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar jika diperlukan, meski BoJ sendiri lebih fokus pada pemulihan siklus kebijakan.
Di sisi lain, pasar menimbang bagaimana sinyal BoJ terhadap kelanjutan normalisasi kebijakan akan mempengaruhi USD/JPY. Jika langkah pengetatan lebih lanjut benar-benar terwujud, yen berpotensi menguat secara bertahap dalam jangka menengah meski tekanan harga minyak dan kebijakan Fed tetap menjadi faktor penentu utama di pasar mata uang.