USD/JPY melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut, diperdagangkan sekitar 155.35–155.40. Dolar AS tetap berada di level tertinggi dalam sebulan didorong oleh reprice kebijakan The Fed yang lebih hawkish, meskipun sentimen terhadap risiko global membaik secara terbatas.
Rilis CPI Jepang menunjukkan perlambatan inflasi, menekan ekspektasi untuk pelonggaran kebijakan BoJ secepatnya, dan mendukung pergerakan USD/JPY. Di samping itu, kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal Jepang memberikan sentimen bearish terhadap Yen secara keseluruhan, yang pada akhirnya menguntungkan pasangan ini.
Dari sisi teknikal, dukungan terlihat pada penembusan 200-day EMA dan 38.2% retracement dari penurunan Januari. MACD bergerak mendekati wilayah positif sementara RSI di sekitar 50 menunjukkan posisi netral, namun momentum cenderung menguat jika harga mampu menembus resistance di 155.79 dan 156.64, membuka jalan menuju 157.86.
Para trader menantikan data makro AS utama hari ini, termasuk Advance Q4 GDP dan PCE Price Index, untuk memberikan arah baru bagi USD/JPY. Sinyal pasar tetap dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa The Fed akan menjaga kebijakan yang lebih restriktif dibanding BoJ.
Perbedaan jalur kebijakan antara The Fed dan BoJ menambah dinamika di pasar mata uang; banyak analis melihat kemungkinan USD tetap kuat jika data AS membuktikan resilien, sedangkan BoJ berpotensi mempertahankan sikap yang membuat Yen tetap terdorong lemah.
Dari sudut teknikal, level retracement 50% di sekitar 155.79 dan 61.8% di sekitar 156.64 menjadi gate penting untuk lanjutnya pembalikan ke atas; target di 157.86 menjadi simpul utama jika momentum tetap terjaga, sementara jika gagal bergerak ke atas, pembalikan menuju 155.0-an atau 152-153 mungkin terjadi.
Rencana trading untuk jangka pendek adalah membeli USD/JPY di atas sekitar 155.40 dengan target sekitar 157.86 dan stop loss di sekitar 154.00, memberi risiko-ratio yang melebihi 1:1.5.
Analisis teknikal mendukung skenario ini: MACD berada positif, RSI netral di sekitar 50, dan harga berada di atas 200-day EMA, menambah bobot terhadap kelanjutan tren naik.
Namun faktor fundamental, termasuk data AS yang akan dirilis dan kemungkinan perubahan kebijakan The Fed, tetap menjadi risiko; menurut Cetro Trading Insight, trader disarankan mengatur eksposur dan memantau rilis GDP Q4 serta PCE Price Index untuk menilai kelanjutan tren.