BoJ mempertahankan suku bunga acuan di 0,75% setelah rapat dua hari. Informasi dari berbagai sumber menunjukkan hasil voting 6-3, dengan beberapa anggota dewan menyarankan kenaikan. Menurut Cetro Trading Insight, langkah ini menjaga jalur kebijakan tetap terbuka sambil menyiapkan pasar untuk potensi perubahan di masa depan terkait inflasi.
Revisi proyeksi inflasi yang lebih tinggi memperkuat kemungkinan perubahan jalur kebijakan pada Juni atau Juli. Meski keputusan akhir masih berupa hold, sinyal hawkish terlihat dari perbedaan pendapat dan komentar pejabat mengenai risiko inflasi. Kombinasi ini menjaga volatilitas mata uang tetap tinggi dan menambah perdebatan di kalangan trader.
Menteri Keuangan Jepang mengeluarkan peringatan tegas terhadap aktivitas spekulatif yang bisa menciptakan tekanan bagi yen. Ketegangan geopolitik global, termasuk dinamika di Hormuz dan ketidakpastian negosiasi Iran, menambah risiko bagi pasar. Gubernur BoJ menekankan bahwa real interest rates tetap rendah dan risiko inflasi bisa melonjak, sehingga nuansa hawkish bisa bertahan dan mendukung minat beli yen dalam skenario tertentu.
Setelah keputusan BoJ, USD/JPY turun ke level terendah satu minggu. Pasar fokus pada perbedaan risiko antara kebijakan moneter Jepang dan dorongan dolar AS. Pada sesi Eropa awal harga terlihat sekitar 159.30, mencerminkan pergerakan intraday yang volatil dan respons pasar terhadap berita kebijakan.
Harga kemudian pulih sebagian besar kerugian, menutup sebagian besar kerugian dan diperdagangkan sekitar 159.30. Pemulihan ini sejalan dengan narasi bahwa permintaan dolar AS tetap kuat karena ketidakpastian diplomatik dan risiko geopolitik. Secara teknikal, area support di sekitar 159,00 menjadi referensi bagi strategi jangka pendek.
Mengingat campuran faktor fundamental, risiko geopolitik tetap menjadi pendorong utama bagi pergerakan USD/JPY. Ketegangan terkait Iran, pernyataan pejabat Jepang, dan peringatan intervensi bisa menjaga yen tetap volatil meski ada sinyal hawkish BoJ. Pelaku pasar juga akan memperhatikan data inflasi dan dinamika pasokan energi yang terkait Hormuz untuk arah berikutnya.
Garis besar prospek pasangan USD/JPY dipengaruhi kebijakan BoJ, dinamika inflasi, dan risiko geopolitik yang terus berlanjut. Jika BoJ benar benar menaikkan suku bunga pada Juni atau Juli seperti indikasi, pasangan ini bisa menguat terhadap yen. Namun risiko energi melalui Hormuz dan sentimen risk appetite global bisa menambah volatilitas dan menguji arah di pasar.
Secara teknikal, skenario utama adalah konsolidasi dengan peluang breakout di atas sekitar 161,00 atau di bawah sekitar 158,50, asalkan mendapat konfirmasi dari volume serta data ekonomi. Breakout ke atas akan menguatkan bias bullish, sedangkan break di bawah support akan mengubah sentimen menjadi bearish dalam jangka pendek. Trader sebaiknya memantau level kunci tersebut serta rilis data utama yang bisa memicu pergerakan lebih besar.
Rekomendasi perdagangan: membuka posisi beli USDJPY dengan open 159.30, stop loss 158.70, dan take profit 161.10. Rasio risiko-hadiah sekitar 3:1,5, sehingga memenuhi standar trading yang terukur. Rencana ini mengangkat peluang keuntungan jika harga melanjutkan rally pasca berita kebijakan dan tetap berada di atas level kunci seperti 159.00 hingga 159.50. Selalu pertimbangkan manajemen risiko dan sesuaikan dengan toleransi anda.