Harga USD/JPY melemah sekitar 0.2 persen, berada di sekitar 155.80 pada saat ini karena yen Jepang berusaha pulih di tengah kekhawatiran akan intervensi pemerintah. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari liputan pasar mata uang. Sentimen pasar masih sensitif terhadap berita kebijakan dan langkah intervensi pemerintah Jepang.
Secara teknikal, pair ini menunjukkan dinamika terbatas meskipan ada upaya rebound. 20-day EMA berada tepat di sekitar 155.20 dan berfungsi sebagai support dinamis yang mendukung pergerakan harga. RSI 14-hari berkisar antara 40 hingga 60, mencerminkan tren yang cenderung sideways dalam jangka pendek.
Rintangan utama berada di 157.66, kemudian zona 159.20–159.45 yang sebelumnya menahan kenaikan. Di sisi bawah, level support utama berada di 155.20, diikuti 154.00, dan jika level ini ditembus, potensi retracement bisa menyasar 152.27. Kondisi ini menandakan ruang bagi pergerakan volatilitas yang terbatas dalam beberapa sesi ke depan.
Data inflasi Tokyo ex Fresh Food untuk Februari melambat menjadi 1.8% year on year, melonggarkan tensi inflasi dan menambah kekhawatiran mengenai langkah BoJ menyikapi tekanan inflasi. Walaupun angka ini masih di atas target 2%, pasar menilai arah kebijakan BoJ akan tetap hati-hati dalam beberapa bulan ke depan. Pasar juga mencermati bagaimana data ini mempengaruhi prospek kenaikan suku bunga BoJ.
Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan pemerintah tetap waspada terhadap kelemahan yen dan akan menjaga komunikasi sangat dekat dengan Amerika Serikat untuk menenangkan volatilitas mata uang. Pernyataan tersebut menegaskan upaya koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menyeimbangkan intervensi dengan stabilitas ekonomi. Para investor menilai bagaimana dialog ini dapat menahan tekanan yen tanpa mengorbankan keseimbangan kebijakan domestik.
Rilis CPI Tokyo yang moderat membatasi ekspektasi terhadap langkah BoJ dalam waktu dekat. Pasar menilai kemungkinan BoJ akan menunda pengetatan sambil menilai risiko inflasi jangka menengah. Fungsi kebijakan BoJ tetap menjadi faktor utama yang menjaga arah USD/JPY di pasar valuta asing.
Investor menantikan rilis Producer Price Index PPI AS untuk Januari sebagai petunjuk utama bagi arah kebijakan Federal Reserve. Data inflasi yang masuk serta komentar pejabat Fed akan membentuk ekspektasi suku bunga dan arah pasar obligasi. Ketidakpastian kebijakan moneter global menambah volatilitas pada USD/JPY.
Dari sisi teknis, USD/JPY menunjukkan support sekitar 155.20 dengan 20-day EMA sebagai landasan dinamis. Resistensi terdekat berada di 157.66, sementara zona 159.20–159.45 menjadi target jika momentum bullish berlanjut. Struktur higher lows memberi sinyal potensi breakout jangka pendek jika support bertahan.
Rekomendasi perdagangan hari ini adalah open di 155.80 dengan stop loss di 155.20 dan take profit di 159.45. Rasio risiko-imbalan lebih dari 1:1.5 memberikan peluang yang cukup menarik asalkan harga tetap berada di atas level support dan tren teknis mendukung pergerakan naik.