USD/JPY Stabil di Sekitar 153,50: Pemulihan Berlanjut dan Fokus ke CPI Tokyo serta BoJ

USD/JPY Stabil di Sekitar 153,50: Pemulihan Berlanjut dan Fokus ke CPI Tokyo serta BoJ

trading sekarang

USD/JPY diperdagangkan di sekitar 153,50, menguat setelah menyentuh dekat 152,00 beberapa hari sebelumnya. Pemulihan ini mengindikasikan pembalikan teknikal yang sedang berlangsung meskipun arah jangka pendek tetap rentan terhadap kejutan pasar. Sentimen risk-on/risk-off tampak terbagi, dengan fokus pada pergerakan dolar yang kuat di minggu ini.

Kedua mata uang utama AS dan Jepang menjadi salah satu yang berkinerja kurang baik di kalangan G8, sehingga investor lebih berhati-hati. Narasi mengenai kebijakan moneter secara terkoordinasi antara AS dan Jepang sempat beredar dan memicu volatilitas singkat. Kendati demikian, harga cenderung bertahan pada kisaran ini sementara data ekonomi dirilis untuk konfirmasi.

Dolar AS menguat terhadap Yen, sebuah dinamika yang menempatkan pasangan ini di ujung spektrum volatil. Beberapa analis menilai rebound ini sebagai respons terhadap sentimen global, sementara investor menunggu konfirmasi arah melalui data rilis yang akan datang.

Risalah rapat BoJ menunjukkan nada hawkish terkait tekanan inflasi, memberi ruang bagi kemungkinan pengetatan lebih lanjut jika tekanan tetap ada.

Komite BoJ menggambarkan skenario di mana inflasi meningkat, yen melemah, dan kenaikan upah dapat mendorong kebijakan lebih lanjut. Langkah-langkah ini menambah keyakinan pasar bahwa pengetatan bisa menjadi opsi jika kondisi membaik.

Di sisi lain, CPI Tokyo yang akan dirilis nanti menjadi kunci konfirmasi teori tersebut. Jika CPI inti menunjukkan tekanan harga yang moderat, ini dapat menambah tekanan negatif pada yen dan mendukung langkah kebijakan yang lebih tegas jika data menunjukkan pelemahan lebih lanjut.

Di AS, fokus utama pada klaim tunjangan pengangguran awal diperkirakan naik menjadi 205 ribu untuk minggu yang berakhir 24 Januari.

Selain itu, pesanan pabrik diperkirakan meningkat pada bulan November, sementara defisit perdagangan barang dan jasa diperkirakan melebar pada bulan November juga.

Hasil data ini akan mempengaruhi pergerakan dolar terhadap yen. Pasar akan menganalisis apakah data tersebut menambah tekanan pada USDJPY atau memperkuat peluang retret yen tergantung pada konteks kebijakan dan reputasi risiko global.

broker terbaik indonesia