USD/JPY Stabil di Sekitar 156.20: Daya Dorong Data Tenaga Kerja AS dan BoJ

USD/JPY Stabil di Sekitar 156.20: Daya Dorong Data Tenaga Kerja AS dan BoJ

trading sekarang

USD/JPY diperdagangkan sekitar 156.20 pada hari Kamis, menandai koreksi tipis setelah dua hari berturut-turut mengalami kenaikan. Pergerakan ini menggambarkan dinamika antara dukungan dolar AS dan tekanan terhadap yen Jepang. Menurut Cetro Trading Insight, momentum harga tetap rapuh meski sentiment saat ini masih terfragmentasi.

Kekuatan dolar didukung oleh data tenaga kerja AS yang solid, sehingga potensi rebound pasangan ini terbatas. Sementara itu, yen mendapat dukungan dari komentar hawkish beberapa pejabat Bank of Japan yang membuka pintu untuk normalisasi kebijakan. Kondisi ini membuat USD/JPY bergerak di kisaran yang lebih sempit meski daya dorong masih terlihat.

Para trader mengawasi pergeseran ekspektasi suku bunga di kedua sisi Pasifik yang menjadi penggerak utama. Rilis data tenaga kerja dan notulen FOMC menandakan adanya kemungkinan kehati-hatian dalam kebijakan moneter AS, sementara BoJ menegaskan evaluasi data masuk sebelum langkah berikutnya. Dengan asas ini, pergerakan di kisaran 156.00–156.50 mungkin tetap bertahan dalam jangka pendek.

IndikatorNilai
Harga USD/JPY156.20
Perubahan harian-0.15%

Data tenaga kerja AS pekan ini menunjukkan kekuatan pasar kerja. Initial Jobless Claims turun menjadi 212.000, melampaui ekspektasi 215.000 dan dekat dengan angka sebelumnya. Continuing Claims juga turun menjadi 1.833 juta, menunjukkan stabilitas kondisi pasar kerja.

Minutes FOMC Januari mengindikasikan beberapa anggota memandang perlu kebijakan suku bunga tetap tidak berubah untuk beberapa waktu, sambil menjaga pintu terbuka bagi penyesuaian jika inflasi tidak bergerak menuju target 2%. Pasar kini menimbang kemungkinan jeda pada pertemuan Maret dan April, dengan peluang pemangkasan 25 basis poin pada Juni menurun dari beberapa waktu lalu.

Di sisi BoJ, pernyataan para pejabat mendukung ekspektasi normalisasi kebijakan secara bertahap. Gubernur Kazuo Ueda menekankan bahwa kebijakan akan dinilai secara cermat berdasarkan data masuk pada pertemuan Maret dan April sebelum menaikkan suku bunga lebih lanjut. Anggota dewan Hajime Takata juga menyerukan langkah lebih lanjut untuk menjaga stabilitas harga.

Perbedaan imbal hasil antara AS dan Jepang tetap menjadi pendorong utama pergerakan USD/JPY. Yield spread antara kedua negara menjadi driver utama, meskipun data ekonomi dan komentar kebijakan berperan dalam membatasi volatilitas. Trader perlu memperhatikan dinamika tersebut saat menentukan arah jangka pendek.

Ekspetasi pasar untuk jeda kebijakan di AS pada Maret dan April, serta kemungkinan penyesuaian kebijakan pada Juni, menunjukkan bahwa jalur pergerakan pasangan ini kemungkinan tetap sempit. Ketidakpastian mengenai waktu kenaikan lebih lanjut di BoJ menambah elemen volatilitas saat rilis data utama. Oleh karena itu fokus utama adalah pada manajemen risiko dan kehati-hatian sebelum mengambil posisi baru.

Saat ini tidak ada sinyal trading yang eksplisit dari analisis artikel ini. Karena faktor teknikal dan fundamental saling mengimbangi, disarankan trader menunda eksekusi hingga ada konfirmasi dari pergerakan harga. Jika tetap memantau potensi pergerakan, gunakan pendekatan manajemen risiko yang prudent dan hindari ekspektasi target keuntungan berlebihan tanpa konfirmasi.

broker terbaik indonesia