BoJ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di 0,75% pada pertemuan Kamis. Kebijakan ini menjaga jarak kebijakan versus Fed dan secara struktural mendukung posisi Yen terhadap dolar. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dampaknya terhadap USDJPY.
Pasar juga menantikan data neraca perdagangan Jepang yang dirilis Kamis setelah ekspor rebound tajam pada pembacaan sebelumnya. Kebijakan moneter yang relatif longgar menambah tekanan pada yen jika kebijakan Fed tetap berjalan. Narasi ini membuat investor menilai bagaimana dinamika perdagangan luar negeri Jepang bisa menambah volatilitas pasangan mata uang.
Secara teknikal, pola higher lows yang terbentuk sejak Februari masih terlihat, meski harga kini berada di ujung rentang yang ada terhadap beberapa moving average utama. Pergerakan ke atas tampaknya tidak berlanjut secara konsisten dalam beberapa sesi terakhir, sehingga peluang koreksi jangka pendek bisa muncul. Namun tren jangka menengah tetap mengindikasikan bias bagi USD/JPY jika faktor kebijakan tetap berbeda.
USD/JPY melemah sekitar 0,4% pada Senin, membatasi kenaikan empat sesi sebelumnya dan kembali mendekati level 159,00. Pergerakan ini menunjukkan adanya koreksi teknikal di tengah dinamika pasar yang menunggu kejadian makro utama.
Momentum naik dari level terendah Februari di sekitar 152,10 tetap menjadi kerangka tren, meski candle bearish tipis pada hari itu menyiratkan high intraday 159,75 gagal didorong lebih lanjut. Pasar menilai apakah batas teknikal di sekitar level tersebut akan menahan pergerakan lebih lanjut.
Secara teknikal, jarak harga terhadap moving averages utama menunjukkan kondisi overextended, menandai potensi koreksi lebih lanjut. Namun pola higher lows dan ketidakpastian seputar kebijakan BoJ serta prospek FOMC tetap menjaga bias arah di sekitar area 159,00. Penutupan di atas level tersebut bisa menambah peluang retracement ke atas, sementara penutupan di bawah 158,50 bisa menambah tekanan ke sisi bawah.
Faktor utama minggu ini adalah keputusan Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga di 3,75% dan rilis proyeksi SEP yang mengarahkan jalur kebijakan ke depan. Pasar juga menantikan komentar terkait horizon penyesuaian kebijakan yang dapat memicu pergerakan dolar jangka pendek.
Ketenangan di Selat Hormuz mengurangi permintaan terhadap aset safe haven, sehingga dollar cenderung melemah secara umum. Data manufaktur NY Empire State menunjukkan pembacaan minus 0,2 terhadap ekspektasi 3,2, menambah tekanan tambahan pada dolar dan memperkaya volatilitas dolar sebelum rilis utama.
Dengan informasi yang tersedia, sinyal perdagangan untuk USD/JPY tidak jelas; pembaca disarankan mengunci strategi dan memantau konfirmasi data rilis serta pernyataan bank sentral. Fokus pada manajemen risiko, penentuan stop loss yang jelas, dan pemantauan komentar BoJ mengenai timeline kebijakan akan membantu mengarahkan keputusan di pasar yang volatile.