USD/JPY berada di sekitar 156.00 pada hari Jumat, setelah rilis data PPI AS yang menunjukkan pelebaran inflasi produksi. Menurut Cetro Trading Insight, PPI Januari naik 0.5% secara bulanan, lebih tinggi dari ekspektasi 0.3%. PPI inti juga meningkat 0.8% MoM, menunjukkan tekanan harga di sisi produksi tetap kuat.
Fakta inflasi yang masih tinggi membuat Federal Reserve lebih berhati-hati dalam mengubah jalur kebijakan. Menurut CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga pada Juni turun di bawah 50%, sementara pasar mulai menimbang langkah Juli sebagai pintu pelonggaran, dengan sekitar 50 bps diperkirakan terdistribusi hingga akhir tahun.
Di sisi lain, Yen tetap mendapat dukungan dari ekspektasi normalisasi kebijakan BoJ secara bertahap. Tokyo CPI Februari naik 1.6% YoY, dengan CPI inti 1.8% YoY, sedikit menyentuh ambang target BoJ 2% lebih rendah dibanding sebelumnya. Gubernur BoJ Kazuo Ueda menegaskan bahwa tingkat suku bunga akan naik jika proyeksi ekonomi dan inflasi memenuhi syarat, didukung pernyataan dewan Hajime Takata tentang kelancaran pengetatan secara bertahap.
Pernyataan kebijakan BoJ menegaskan arah pengetatan bertahap. Gubernur Kazuo Ueda menyatakan bahwa suku bunga akan naik jika proyeksi ekonomi dan inflasi sukses memenuhi syarat, sedangkan anggota dewan Hajime Takata menekankan perlunya pengetatan berjalan pelan namun pasti.
Gambaran kebijakan ini mendukung Yen dalam konteks normalisasi kebijakan secara bertahap, meskipun faktor eksternal seperti inflasi PPI AS menjaga dinamika USD/JPY tetap kompleks. Skenario global yang bergejolak menambah ketidakpastian terhadap jalur pelonggaran Fed di sisa tahun.
Secara teknis, pergerakan USD/JPY sekitar 156.00 cenderung membentuk pola konsolidasi jangka pendek. Pasar menanti konfirmasi arah berikutnya dari data ekonomi utama sebelum mengambil posisi.
Artikel ini menampilkan bagaimana perbedaan jalur kebijakan AS dan Jepang membentuk dinamika USD/JPY. PPI yang lebih tinggi dari perkiraan memperpanjang ketidakpastian terhadap langkah Fed, sementara BoJ menegaskan pengetatan bertahap tetap relevan.
Secara teknikal, perubahan di sekitar level kunci tampaknya lebih menentukan arah daripada data inflasi satu kali. Trader bisa melihat konsolidasi yang berlanjut sambil menilai sinyal dari rilis data monetari berikutnya.
Tanpa sinyal perdagangan pasti dari artikel ini, saran manajemen risiko tetap krusial. Jika peluang masuk secara jelas, gunakan risiko:imbalan minimal 1:1.5 dan tetapkan stop loss serta take profit yang sejalan dengan profil risiko.