
TD Securities menilai bahwa dolar AS berpotensi menguat secara moderat pada kuartal ketiga 2026 karena posisi pasar sedang dibangun kembali. Meski ada momentum positif, upside jangka panjangnya terbatas sehingga pergerakan spot cenderung berada dalam kisaran. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.
Profil USD sebagai pelindung nilai tetap relevan namun upside dibatasi. FED diperkirakan akan menahan kebijakan suku bunga untuk beberapa waktu, meskipun bar untuk kenaikan lebih rendah. FOMC kemungkinan membutuhkan bukti kekuatan inflasi dan tenaga kerja sebelum mengambil langkah. Jika inflasi sisi pasokan memicu kenaikan, bank sentral lain termasuk ECB juga berpotensi menaikkan suku bunga.
Posisi dolar dikatakan masih long namun tidak terlalu panjang, memberi ruang bagi akumulasi posisi long jika ketidakpastian terkait harga minyak geopolitik dan jalur kebijakan Fed berlanjut. Momentum bullish USD di Q3 diperkirakan tetap ada, dengan potensi koreksi pada pasangan AUD CNH dan BRL menjelang pemilu. Untuk mengekspresikan pandangan upside USD, pertimbangkan long USD CNH forwards sebagai opsi ekspresi pasar.
Policymaking global menunjukkan Fed berpeluang menjaga kebijakan hold lebih lama. Bar untuk peningkatan suku bunga menjadi lebih rendah, tetapi FOMC kemungkinan baru bertindak jika inflasi dan pasar tenaga kerja tetap kuat. Skema respons kebijakan di AS dapat memicu jalur serupa di bank sentral lain termasuk ECB jika tekanan inflasi sisi pasokan meningkat.
Posisi long pada dolar masih ada namun tidak terlalu terlampau panjang, memberi ruang bagi dinamika pasar untuk membentuk posisi baru jika faktor risiko minyak geopolitik dan jalur kebijakan Fed berlanjut. Momentum kenaikan USD di Q3 biasanya bersifat moderat, sementara beberapa mata uang berpotensi koreksi mendekati pemilu.
Di tengah lingkungan volatilitas FX yang relatif tinggi peluang breakout USD masih terbatas. Gain USD di Q2 sebagian besar terjadi saat jam perdagangan AS dan terkait peningkatan harga risiko. Pasar cenderung menilai pengurangan langkah-langkah suku bunga sepanjang tahun sehingga volatilitas bisa terbatas dan korelasi USD dengan ekuitas global membaik. Biaya hedging diperkirakan tidak turun signifikan.
Untuk mengekspresikan upside USD beberapa pelaku pasar mengedepankan long USD CNH forwards sebagai cara merefleksikan ekspektasi lebih tinggi pada USD terhadap CNH. Pilihan ini menekankan pendekatan forward untuk mengelola risiko terhadap pergerakan kurs jangka menengah.
Bagi trader, pergerakan pasar diperkirakan lebih cenderung berada dalam kisaran sehingga strategi manajemen risiko menjadi kunci. Reverensi manajemen risiko meliputi penempatan stop loss, target keuntungan, dan penyesuaian posisi sesuai data inflasi dan dinamika geopolitik yang berkembang.
Sinyal trading untuk saat ini cenderung tidak jelas karena faktor yang mempengaruhi USD masih campuran. Oleh karena itu sinyal direkomendasikan untuk tidak digunakan sementara, dan fokus pada pemantauan data ekonomi serta kebijakan bank sentral sebagai panduan utama.