Penyesuaian kebijakan CBT yang tidak dilakukan menaikkan suku bunga menandai materialisasi skenario terburuk yang diantisipasi analis. Bank sentral Turki memilih menjaga kebijakan tetap seraya mengandalkan intervensi valuta asing dan pengendalian likuiditas secara ad hoc, bukan lewat kenaikan suku bunga. Perspektif ini menandai perubahan sikap pasar yang lebih fokus pada faktor eksternal daripada pengetatan kebijakan.
Opsi kebijakan seperti ini membuat disinflasi yang seharusnya berlanjut terhenti karena ekspektasi inflasi meningkat dan cadangan devisa menipis. Kepercayaan pasar terhadap kemampuan otoritas menahan tekanan eksternal mulai menurun. Efeknya, volatilitas USD/TRY bisa meningkat karena dinamika likuiditas dan risiko geopolitik yang membesar.
Inti dari analisis menyatakan bahwa momentum inflasi inti tetap tinggi, dan perbaikan dalam neraca berjalan mulai berbalik ketika kebijakan dilonggarkan terlalu dini. Dalam konteks perang dan ketidakpastian geopolitik, kerangka kebijakan terlihat melemah daripada membangun fondasi yang lebih kuat. Proyeksi Commerzbank menyebut USD/TRY bisa mencapai 55.0 pada akhir tahun, sementara pasar menempatkan ekspektasi sekitar 52.0; perbedaan pandangan ini menegaskan risiko volatilitas.
Pelaku pasar mata uang diperkirakan menghadapi risiko berkelanjutan jika CBT tidak menormalkan kebijakan. Banyak investor menilai bahwa tekanan pada Lira bisa berlanjut karena kebijakan pelonggaran yang tidak diimbangi pengetatan cepat. Cetro Trading Insight menekankan bahwa eskalasi geopolitik dan dinamika likuiditas akan memperbesar volatilitas USD/TRY.
Data inflasi inti yang tetap tinggi memperkuat dinamika bullish dolar terhadap lira. Sementara itu, neraca valuta asing dan arus modal juga menjadi penentu utama arah jangka menengah. Tekanan pada current account yang dulu membaik kini retak ketika kebijakan pelonggaran berlanjut, menambah risiko pelemahan Lira.
Tanpa adanya harga pembuka yang spesifik untuk posisi ini, tidak ada sinyal trading eksplisit yang bisa direkomendasikan saat ini. Fokus utama adalah memantau gerak USD/TRY dan faktor-faktor fundamental yang bisa mengubah arah pasar. Pelaku pasar disarankan mengutamakan manajemen risiko dan kesiapan untuk volatilitas yang lebih tinggi saat berita kebijakan berikutnya dirilis.