USD/TWD Menguat Didukung Outflow Ekuitas dan Lonjakan CPI Taiwan; CBC Diperkirakan Menahan Suku Bunga 2%

trading sekarang

Menurut laporan terbaru, pasangan USD/TWD menguat selama lima sesi berturut-turut dan menyentuh level sekitar 31.68. Penguatan itu didorong oleh keluarnya arus ekuitas asing dari pasar global, sejalan dengan koreksi saham teknologi secara luas. Kondisi ini mencerminkan bagaimana sentimen risiko mempengaruhi mata uang Taiwan ketika aliran modal berbalik dari aset berisiko.

Pada Mei, ekspor Taiwan mencetak pertumbuhan tajam mencapai 51.7% secara tahunan, melampaui ekspektasi Bloomberg dan menandai 15 bulan berturut-turut pertumbuhan dua digit. Ekspor IC meningkat 58.3% yoy, didorong permintaan chip canggih untuk pelatihan AI dan kebutuhan tokenisasi, memperkuat posisi Taiwan sebagai pusat manufaktur chip global.

Sementara itu, impor juga membaik secara signifikan, naik 54.9% yoy. Momentum investasi terlihat kuat, dengan impor barang modal naik sekitar 54.7%. Surplus perdagangan Mei pun membengkak menjadi USD17.9 miliar, menunjukkan performa perdagangan yang lebih luas meski volatilitas global meningkat.

Inflasi Mei berada di 2.2% secara tahunan, sedikit di atas target 2% yang menjadi pedoman CBC. Lonjakan ini menjadi sinyal penting bahwa tekanan harga di sana meningkat meskipun pertumbuhan ekonomi turut membaik. Laju inflasi ini menjadi fokus bagi kebijakan moneter di masa mendatang.

Untuk periode lima bulan pertama tahun ini, inflasi headline rata-rata sekitar 1.5%, dengan pemerintah memperkirakan angka mendekati 1.9% untuk tahun ini. Proyeksi ini menambah kompleksitas dinamika kebijakan moneter di tengah pemulihan ekonomi dan permintaan domestik yang kuat.

Di sisi pasar, USD/TWD bergerak naik sekitar 0.1% menjadi 31.68 kemarin, dengan indeks TAIEX terpukul akibat penjualan saham teknologi global. Secara year-to-date, TWD melemah sekitar 0.8% terhadap USD, di bawah rata-rata Asia ex-Jepang sekitar 2.8%, menunjukkan tekanan relatif pada mata uang Taiwan.

Rapat kebijakan CBC yang dijadwalkan pada 18 Juni diperkirakan kembali mempertahankan suku bunga kebijakan di 2%. Meski inflasi menunjukkan peningkatan sesaat, para analis menganggap sikap saat ini masih sesuai dengan kerangka kebijakan yang ada.

Pembuat kebijakan menilai bahwa lonjakan CPI secara headline cenderung bersifat sementara dan deviasi dari target 2% tidak otomatis memerlukan tindakan kenaikan suku bunga. Narasi ini menggambarkan preferensi stabilitas kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan sambil menjaga inflasi dalam kisaran yang aman.

Dengan arus modal asing yang tetap berosilasi dan pergerakan TWD yang sensitif terhadap sentimen global, kebijakan di masa depan akan tetap mempertimbangkan stabilitas finansial serta kondisi eksternal. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pemahaman risiko dan peluang di pasar forex.

IndikatorNilaiKeterangan
USD/TWD31.68Naik dalam 5 sesi seiring aliran ekuitas asing
CPI Mei (YoY)2.2%Melampaui target CBC 2%
Surplus Perdagangan MeiUSD 17.9 miliarLebih tinggi dari April
banner footer