Kondisi pasar global menunjukkan perubahan sentimen menjadi risk-on setelah meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan UE. Investor beralih fokus pada potensi pemulihan ekonomi serta prospek laba perusahaan, sehingga arus modal mengalir ke aset berisiko. Dalam konteks ini, dolar AS menunjukkan kekuatan terhadap sebagian besar mata uang utama, meski pasangan USD/CHF tetap berada di sekitar 0,7950 pada sesi Asia.
USD/CHF rebound dari koreksi tajam yang terjadi pada 19–20 Januari karena meningkatnya minat beli terhadap dolar pasca pidato di Davos. Pergerakan ini juga menegaskan bahwa franc Swiss sedang kehilangan daya tarik sebagai aset safe-haven ketika sentimen pasar beralih ke risiko. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) sedang menguat mendekati level tertinggi harian sekitar 98,80, memberikan dukungan tambahan bagi pasangan ini.
Schlegel dari SNB memperingatkan kemungkinan cetakan inflasi negatif untuk tahun ini, menambah lapisan ketidakpastian bagi kebijakan moneter. Meski demikian, sejumlah analis menilai bahwa beberapa bulan dengan inflasi negatif tidak akan menjadi masalah besar. Ketika narasi kebijakan moneter domestik dan aliran risiko saling menguat, banyak pelaku pasar menimbang peluang breakout menuju level penting sekitar 0,80 sebagai indikator arah jangka pendek.
Penurunan ketegangan geopolitik serta kemajuan negosiasi perdagangan AS-UE menambah nada positif pada pasar global. Investor menilai bahwa peluang kerangka kerja untuk Greenland dan wilayah Arktik dapat mengurangi ketidakpastian perdagangan, sehingga arus modal menuju aset berisiko meningkat. Dalam konteks ini, dolar AS menguat terhadap CHF karena aliran dana mencari likuiditas dan prospek pertumbuhan yang lebih optimis.
Di sisi teknikal, fokus beralih ke data ekonomi dan prospek pertumbuhan yang lebih luas; S&P 500 berjangka melonjak selama jam perdagangan Asia, melanjutkan tren bullish yang terlihat pada hari sebelumnya. Hal ini memperkuat permintaan terhadap dolar serta relatif melemahkan franc Swiss dibandingkan mitra dolar utama. Kondisi ini menempatkan USDCHF dalam fokus trading dengan potensi pergerakan menuju resistance sekitar 0,8000 jika sentimen tetap positif.
CHF tetap relatif tenang meski kinerjanya cenderung lebih lemah dibandingkan mata uang antipodean, karena fokus investor beralih ke risiko yang lebih tinggi. Ketua SNB Martin Schlegel menekankan bahwa cetakan inflasi negatif pada tahun ini berpeluang tinggi, meski beberapa bulan inflasi negatif tidak akan menjadi masalah besar. Dengan kerangka kebijakan moneter domestik yang lebih fleksibel, pasar tetap memantau arah pasangan USDCHF secara seksama.
Dari sisi teknis, USD/CHF bergerak mendekati 0,7950 setelah rebound dari koreksi akhir pekan. Level psikologis 0,8000 dipandang sebagai target jangka pendek dan area penting untuk tindakan beli jika momentum tetap positif. Selain itu, pergerakan indeks dolar (DXY) mendekati 98,80 sebagai konfirmasi arah aliran pasar.
Level support utama sekitar 0,7920 berfungsi sebagai garis pembatas jika tekanan membeli melemah. Jika harga menembus 0,7920, potensi penurunan menuju 0,7880 bisa direalisasikan, meski volatilitas tetap dipicu data ekonomi dan berita geopolitik. Kondisi teknis ini membuat trader berhati-hati terhadap ekspektasi jangka pendek.
Rencana perdagangan mengusulkan posisi long dengan stop di 0,7920 dan target 0,8000, memberikan rasio risiko-keuntungan sekitar 1:1,67. Trader disarankan untuk mengelola ukuran posisi secara disiplin dan mempertimbangkan trailing stop agar keuntungan bisa dikunci jika pasar bergerak cepat. Dalam kerangka fundamental, rilis data AS dan Eropa mendatang dapat memicu volatilitas tambahan, sehingga manajemen risiko tetap menjadi kunci.