USDCHF Menguat Didukung Ketegangan Timur Tengah dan Data Tenaga Kerja AS, Swiss Inflasi Lebih Rendah

USDCHF Menguat Didukung Ketegangan Timur Tengah dan Data Tenaga Kerja AS, Swiss Inflasi Lebih Rendah

Signal USD/CHFBUY
Open0.797
TP0.805
SL0.792
trading sekarang

Permintaan dolar AS sebagai pelindung nilai meningkat akibat eskalasi regional yang baru. Serangan misil dari Yaman menuju wilayah Israel berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, menambah ketidakpastian di pasar. Ketegangan ini sering mendorong investor untuk beralih ke aset likuid yang dianggap lebih aman, sehingga USD menguat terhadap beberapa mata uang utama.

Di saat yang sama, para pelaku pasar mengamati respons di Timur Tengah dan upaya deeskalasi diplomatik. Sinyal-sinyal volatilitas meningkatkan volatilitas jangka pendek, membuat trader menilai risiko risiko geopolitik. Dalam konteks tersebut, USDCHF cenderung menguat saat sentimen risiko global membebani franc Swiss yang dikenal sebagai mata uang safe-haven kedua.

Dalam catatan pasar terkini, USDCHF mendekati level sekitar 0.7970 saat sesi Asia, mencerminkan dominasi dolar. Investor juga memantau diskusi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Fed tahun ini. Cetro Trading Insight menyampaikan bahwa dinamika geopolitik dan kebijakan moneter AS berpotensi memberi tekanan bertahap pada pasangan ini.

Data Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan penambahan pekerjaan yang solid, meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Fed pada tahun berjalan. NFP May bertambah 172.000 pekerjaan, melampaui beberapa proyeksi, meski revisi bulan sebelumnya menunjukkan angka yang berbeda. Tingkat pengangguran tetap rendah di 4.3%, menandakan pasar tenaga kerja yang tetap kuat.

Catatan itu memperkuat argumen bahwa ekonomi AS sedang berada di jalur pengetatan moneter lebih lanjut. Investor menilai bahwa langkah kebijakan yang lebih agresif bisa mendorong dolar ke atas terhadap mitra dagang utama, termasuk CHF. Risiko inflasi dan dinamika pasar tenaga kerja menjadi fokus utama dalam harga aset berisiko dan mata uang utama.

Meski demikian, para analis menekankan bahwa faktor geopolitik dan dinamika global tetap bisa memutar arah. Pasar menunggu pernyataan lebih lanjut dari Federal Reserve untuk memahami lintasan suku bunga dan dampaknya terhadap pasangan USDCHF di sesi berikutnya.

Inflasi Swiss untuk Mei tercatat 0.6%, lebih rendah dari perkiraan 0.8%, sehingga tekanan untuk menaikkan suku bunga SNB berkurang. Penurunan inflasi ini menekan jangkauan kebijakan moneter, meskipun faktor eksternal seperti risiko geopolitik tetap menjadi variabel penentu. Selain itu, SNB menilai bahwa tekanan inflasi dalam jangka menengah tetap stabil.

Akibatnya, pasar memperkirakan kebijakan SNB cenderung mempertahankan suku bunga utama pada level 0% hingga 2026, menjaga stabilitas nilai franc. Ketidakpastian global dan pergeseran aliran modal dapat menyebabkan CHF melemah terhadap dolar dalam jangka pendek. Dalam konteks ini, pergerakan USDCHF menjadi bias naik jika dinamika risiko memburuk dan USD tetap ditopang oleh data ekonomi AS serta kebijakan Fed.

Di tengah dinamika tersebut, pasar memperhatikan bagaimana perubahan harga energi dan arus perdagangan global dapat memengaruhi franc. Laporan ini menyiratkan bahwa USDCHF berpotensi melanjutkan tren kenaikan jika sentimen risiko memburuk dan USD tetap ditopang oleh data ekonomi AS serta kebijakan Fed.

banner footer