Dalam suasana risk-off yang semakin kuat, Dolar AS menunjukkan pelemahan terhadap Swiss Franc. Pasar menilai bahwa ketegangan perdagangan dan dinamika geopolitik mampu menekan risiko global lebih lanjut, sehingga investor beralih ke aset yang dianggap lebih stabil. Imbasnya, fokus terhadap pelindung nilai seperti Franc meningkat meski ada jeda dalam pergerakan kebijakan moneter global. Kemunculan isu tarif dari pemerintah AS memperkuat sentimen berhati-hati di kalangan pelaku pasar.
Pergerakan nilai tukar USD terhadap CHF relatif rapuh dengan kisaran yang lebih rendah. USD/CHF diperdagangkan di sekitar level 0,7910 pada sesi Eropa, mencatat penurunan sekitar 0,8 persen dalam hari itu. Permintaan terhadap CHF sebagai aset safe-haven meningkat seiring kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global dan ketidakpastian perdagangan.
Beberapa analis menyoroti bahwa aliran modal keluar dari dolar mencerminkan kekhawatiran atas kredibilitas AS serta tren de-dollarization yang makin terlihat. Kondisi tersebut mendukung Franc Swiss sebagai mata uang pelindung nilai di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi global yang sedang berlangsung.
Ketegangan perdagangan kembali muncul setelah pernyataan ada rencana tarif baru yang dapat diberlakukan. Ancaman tarif 10 persen dapat mulai berlaku paling cepat pada 1 Februari untuk impor dari Jerman, Prancis, Inggris, dan negara Nordik, dengan potensi meningkat menjadi 25 persen jika tidak ada kesepakatan pada 1 Juni. Ketentuan tersebut menambah beban pada perdagangan internasional dan memperburuk suasana risiko pada pasar keuangan.
Kebijakan proteksionis yang diungkapkan beriringan dengan dinamika diplomatik terkait isu lain seperti perselisihan atas Greenland. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan volatilitas di berbagai instrumen keuangan dan memicu pergeseran alokasi modal menuju aset yang lebih aman. Pasar juga mencermati bagaimana negara-negara mitra dagang utama merespons langkah tersebut.
Secara umum, kombinasi sentimen risk-off dan ketidakpastian geopolitik menambah tekanan pada prospek pertumbuhan global. Para investor khawatir akan periode ketidakpastian yang berkepanjangan, potensi pembalasan perdagangan, serta menurunnya kepercayaan terhadap arah kepemimpinan ekonomi global.
Di tengah suasana pasar yang berubah-ubah, para pelaku pasar memperhatikan pidato mendatang dari Ketua Swiss National Bank SNB. Isu inflasi serta arah kebijakan moneter di masa depan berpotensi memicu respons volatil pada pasangan USDCHF jika ada petunjuk mengenai perubahan kebijakan atau penilaian risiko terhadap ekonomi Swiss.
Sentimen risk-off yang berlanjut cenderung menguntungkan mata uang Swiss karena ia dipandang sebagai safe-haven di masa krisis atau ketidakpastian geopolitik. Investor menilai bahwa langkah SNB ke depan dapat memberikan sinyal mengenai bagaimana Swiss akan menyeimbangkan antara menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
Dalam konteks ini, pernyataan lanjutan dari otoritas Swiss dan dinamika inflasi dapat mempengaruhi arah pergerakan CHF dalam waktu dekat. Pasar tetap waspada terhadap potensi perubahan kebijakan yang dapat menggeser tingkat suku bunga riil maupun ekspektasi likuiditas, khususnya terhadap instrumen-denominasi dolar seperti USDCHF.