Analisis bersama MUFG Bank, Lin Li, dan Khang Sek Lee menyoroti bahwa penetapan USDCNY tetap berada di bawah level 7,0000. Sikap ini membantu Yuan menjadi jangkar stabil bagi pergerakan mata uang di pasar FX Asia. Dalam laporan ini, Cetro Trading Insight menjelaskan bagaimana dinamika tersebut menjaga volatilitas regional tetap terkendali.
Para analis menekankan bahwa kinerja USDCNY di bawah 7 akan menjadi faktor penopang kestabilan kuat untuk FX Asia, terutama di tengah volatilitas global. Mereka menilai dorongan stabilisasi ini mengurangi risiko fluktuasi tajam pada pasangan mata uang regional. Media kami menilai adanya peran yuan sebagai pusat keseimbangan bagi para pelaku pasar regional.
Mengutip skenario terburuk, tim MUFG menilai jika ada kejutan perlambatan pertumbuhan dua bulan pertama, pelebaran pelonggaran kebijakan mungkin meluas. Pemangkasan 10 basis poin pada suku bunga kebijakan dan 50 basis poin pada RRR bisa terjadi pada kuartal pertama. Artikel ini mencatat bahwa ekspektasi ini menambah peluang untuk penyesuaian kebijakan yang lebih luas, meski tetap berhati-hati.
Mengamati CPI yang rendah, analisis menilai bahwa PBOC cenderung mempertahankan sikap dovish dalam menilai jalur kebijakan. Hal ini mencakup kemungkinan penyesuaian suku bunga kebijakan sebesar 10 basis poin untuk mendorong aktivitas ekonomi. Selain itu, pelonggaran suku bunga dan opsi RRR 50 basis poin juga dibahas untuk mengoptimalkan likuiditas.
Mereka memperkirakan bahwa jika pertumbuhan mengecewakan, pembenahan kebijakan dapat dilakukan pada kuartal pertama untuk menstabilkan fondasi eksternal dan domestik. Penurunan 10 bp dan pengurangan RRR 50 bp menjadi opsi utama dalam skenario ini. Secara umum, langkah-langkah ini bertujuan menjaga likviditas tetap kuat dan mendorong aktivitas ekonomi.
Meski CPI rendah memberi ruang bagi kebijakan melonggar, para analis tetap berhati-hati terhadap respons pasar domestik terhadap kebijakan yang lebih longgar. Mereka menyebut bahwa dinamika ini bisa membuka peluang bagi sedikit apresiasi CNY meski aktivitas domestik tetap lemah. Oleh karena itu, pemantauan data latihan konsumsi dan investasi menjadi kunci untuk menilai arah kebijakan.
Ketahanan CNY masih terlihat meskipun laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok menunjukkan kelemahan moderat. Analis menyatakan yuan tetap menjadi jangkar stabil di pasar FX regional berkat penetapan USDCNY di bawah 7,0 secara berkelanjutan. Namun, dinamika domestik yang lemah tetap menjadi risiko utama bagi kebijakan kedepannya.
Para pelaku pasar menilai potensi pelonggaran kebijakan sebagai respons terhadap data pertumbuhan yang mengecekan? mengecewakan. Ekspektasi ini mendorong kemungkinan penurunan suku bunga kebijakan dan RRR jika dua bulan awal menunjukkan penurunan tertentu. Meski itu bisa memberi ruang bagi apresiasi CNY yang sedikit lebih tinggi, risiko atas aktivitas domestik tetap menahan laju apresiasi.
Dengan demikian, rekomendasi strategi tetap berhati-hati sambil memantau data ritel, investasi fisik, dan indikator manufaktur. Para ahli juga mengingatkan bahwa pergeseran kebijakan akan menimbang dampak terhadap likuiditas dan volatilitas jangka pendek. Artikel ini menegaskan bahwa langkah besar akan diiringi wejangan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta momentum pertumbuhan.