Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. Analis melihat USDJPY membentuk basis kecil di atas moving average 50 hari setelah sebelumnya gagal menembus breakout. Kondisi ini menandakan kemungkinan kelanjutan bias bullish jika tekanan beli tetap menguat.
Saat ini pasangan mata uang ini kembali menguji batas kisaran multi-tahun. Jika momentum bullish berlanjut, level tertinggi 2024 sekitar 162 menjadi acuan, sementara proyeksi ke 163.20 hingga 163.70 menjadi rintangan utama berikutnya. Sisi teknikal juga tetap mempersenjatai dukungan dari 50-DMA di kisaran 158–157.50 sebagai zona penting yang perlu diwaspadai.
Kondisi teknikal menunjukkan peluang breakout yang lebih jelas jika pasangan mampu menutup di atas level kunci. Pencapaian di atas 162–163 akan memperkuat dugaan bahwa tren naik sedang pulih. Karena 50-DMA berfungsi sebagai landasan, trader disarankan memantau pergerakan menuju target 163.70 sambil menjaga stop di bawah 158.50.
Level kunci meliputi dukungan 158.50 dan resistance 160.50. Penembusan di atas 160.50 dapat mendorong pergerakan ke 162 dan berpotensi mencapai target 163.20–163.70. Di sisi bawah, posisi 50-DMA sekitar 158–157.50 tetap menjadi zona aksen yang perlu dipantau.
Breakout di atas 160.50 meningkatkan peluang untuk menguji 162 dan kemudian 163.20/163.70. Kondisi breakout memberikan konfirmasi momentum naik yang mendasari target menuju 163.70. Sementara itu, jika gagal menembus 160.50, area sekitar 158.50 bisa menjadi ujian bagi kelanjutan tren.
Bagi pelaku pasar, skenario trading bisa dipertimbangkan dengan pendekatan long jika harga bergerak di atas 160.50 dengan target 163.70 dan stop di 158.50 untuk rasio risiko-imbalan yang menarik.
Kebijakan Jepang menjadi katalis utama. Menteri Keuangan Katayama menegaskan kesiapan untuk intervensi FX jika diperlukan dan tindakan tegas terhadap aktivitas spekulatif. Fakta ini menambah bobot pada pandangan bahwa USDJPY bisa didorong lebih tinggi jika intervensi dianggap efektif.
Data inflasi Jepang menunjukkan CPI yoy 1.5% di Maret, dengan inti CPI 1.8% berada di atas Februari 1.6%; lonjakan harga minyak belum sepenuhnya tercermin oleh angka inti. Kondisi ini bisa menjaga tekanan pada yen dan menambah volatilitas dalam beberapa minggu mendatang.
Rilis minyak cadangan nasional Jepang yang akan dimulai pada 1 Mei menambah volatilitas di pasar FX. Kesenjangan kebijakan antara tekanan inflasi, respons fiskal, serta intervensi bank sentral meningkatkan dinamika USDJPY. Trader perlu memperhitungkan potensi pergerakan tajam saat rilis mendekat.