USDJPY Berpotensi Menguat Didukung BoJ, Data AS, dan Ketegangan Geopolitik

USDJPY Berpotensi Menguat Didukung BoJ, Data AS, dan Ketegangan Geopolitik

Signal USD/JPYBUY
Open157.400
TP159.000
SL156.400
trading sekarang

BoJ menghadapi tantangan eksternal dan pertumbuhan domestik yang melambat. Gubernur BoJ Kazuo Ueda memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi menimbang perekonomian Jepang, sehingga bank sentral diperkirakan menahan suku bunga untuk jangka waktu lebih lama. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight untuk menyajikan analisis yang dapat dipahami awam.

Ryozo Himino, anggota dewan BoJ, menegaskan bahwa kebijakan akan disesuaikan sesuai volatilitas pasar jika diperlukan. Ia juga mengisyaratkan bahwa langkah menuju netral bisa terjadi jika inflasi inti mendekati target. Pesan tersebut menegaskan fleksibilitas kebijakan dalam menghadapi dinamika ekonomi dan risiko eksternal.

Secara teknis, USDJPY diperkirakan menemukan dukungan karena penguatan dolar AS meskipun sisi turun terlihat terbatas. Pergerakan sekitar 157.40 di sesi Asia mencerminkan volatilitas yang tetap moderat sementara pelaku pasar menimbang ekspektasi kebijakan BoJ. Tekanan eksternal menambah arah pergerakan pasangan ini sambil menjaga fokus pada data AS dan geopolitik.

Dolar AS menguat menurut analisis Cetro Trading Insight karena para pejabat Federal Reserve mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga lanjutan jika inflasi tetap di atas target. Beberapa pejabat menekankan bahwa jalur pengetatan belum selesai dan arah kebijakan bisa berubah tergantung data. Pasar menantikan laporan Nonfarm Payrolls yang akan dirilis Jumat dengan konsensus sekitar 59 ribu pekerjaan untuk Februari, setelah lonjakan Januari sebesar 130 ribu.

Jika data NFP datang lebih lemah dari ekspektasi, sentimen untuk kenaikan suku bunga mungkin kembali muncul atau tertahan. Hal ini bisa meningkatkan volatilitas pada pasangan USDJPY karena pelaku pasar akan menilai kapan kebijakan moneter AS dan Jepang akan divergen. Investor juga mengamati pergerakan imbal hasil obligasi dan inflasi inti sebagai sinyal utama arah perdagangan.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperkuat dolar sebagai aset safe haven. Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Gulf dengan serangan dilaporkan di Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Kuwait. Ketidakpastian ini menambah tekanan terhadap mata uang utama sambil menambah fokus pada arus perdagangan minyak dan risiko geopolitik global.

broker terbaik indonesia