USDJPY Melemah Menuju 156.15: Tariff AS dan Kebijakan BoJ Jadi Fokus Pasar

USDJPY Melemah Menuju 156.15: Tariff AS dan Kebijakan BoJ Jadi Fokus Pasar

trading sekarang

USDJPY terlihat melemah menuju sekitar 156.15 pada sesi Asia awal, mencerminkan respons pasar terhadap kekhawatiran tarif AS dan ketidakpastian kebijakan Bank of Japan. Pergerakan ini menandai pergeseran sentimen yang dipicu dinamika kebijakan kedua pihak yang berperan penting bagi likuiditas dolar terhadap yen. Cetro Trading Insight menilai bahwa respons ini lebih bersifat reaktif terhadap berita kebijakan daripada sinyal teknikal murni.

Para pejabat AS menegaskan potensi kenaikan tarif hingga 15% untuk sejumlah negara, menambah tekanan terhadap Greenback dan menambah kompleksitas narasi perdagangan global. Sementara BoJ menegaskan akan menilai data March dan April sebelum mengambil langkah lebih lanjut, kebijakan moneter menjadi faktor utama yang menjaga volatilitas pasangan. Pasar juga mencermati komentar pejabat utama Jepang yang mengingatkan dampak ekonomi domestik jika kebijakan diperpanjang.

Rilis data Tokyo CPI dan US PPI yang dirilis di hari berikutnya menjadi fokus utama trader, karena hasilnya bisa mengubah ekspektasi suku bunga dan arah pasangan di kisaran ini. Tekanan harga domestik Jepang dan dinamika biaya produksi AS kerap menjadi katalis volatilitas jangka pendek bagi USDJPY. Secara umum, pelaku pasar menilai risiko kebijakan sebagai faktor utama, dengan pasar menimbang peluang kebijakan 1.0% BoJ di semester awal 2026.

Kebijakan tarif AS yang berpotensi dinaikkan meningkatkan risiko perlambatan perdagangan global dan menambah tekanan pada mata uang Jepang melalui arus modal. Dengan pengumuman bahwa tarif bisa melonjak hingga 15% untuk sejumlah mitra dagang, fokus pelaku pasar pada bagaimana mekanisme perdagangan akan terpengaruh di kuartal mendatang. Analisis Cetro Trading Insight menekankan bahwa volatilitas tetap tinggi karena kebijakan tarif bersilang dengan dinamika ekonomi global.

BoJ tetap menghadapi ketidakpastian, meskipun Gubernur Ueda menegaskan bahwa pengetatan akan berlanjut jika prospek ekonomi memenuhi syarat; keputusan selanjutnya akan menunggu data Maret dan April. Pasar memantau tanda-tanda perubahan kebijakan yang mungkin muncul setelah rapat-rapat tersebut, yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga dan jalur yield. Narasi kebijakan Jepang juga dipengaruhi komentar pejabat domestik yang menilai dampak kebijakan lanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Beberapa ekonom memperkirakan tingkat kebijakan 1,0% bisa tercapai menjelang akhir Juni 2026, menambah bobot pada likuiditas yen. Menteri Kabinet Jepang, Sanae Takaichi, menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak sosial-ekonomi jika suku bunga dinaikkan lebih lanjut. Sinyal kebijakan yang campuran antara dukungan stabilitas harga dan kehati-hatian fiskal memperkuat gambaran bahwa pergerakan USDJPY bisa tetap terbatas namun berisiko tinggi jika data ekonomi menunjukkan kejutan.

Pada hari Jumat, para trader menantikan rilis Tokyo CPI yang menjadi penentu utama tekanan harga domestik dan arah kebijakan di Jepang. Tokyo CPI yang lebih tinggi dari ekspektasi bisa menambah dorongan bagi yen untuk menguat, sementara angka yang lemah bisa memperberat posisi USDJPY. Cetro Trading Insight menekankan bahwa angka-angka ini penting untuk memahami keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar lokal.

Selain itu, data US PPI menyingkap bagaimana biaya produksi di level manufaktur berperan dalam dinamika dolar AS. Perubahan tajam pada indeks biaya produksi dapat memicu penyesuaian posisi investor terhadap risiko kebijakan moneter AS. Pasar menggunakan kombinasi data ini untuk menilai apakah the Fed mungkin menempuh jalur yang lebih agresif atau lebih dovish di masa depan.

Secara keseluruhan, momentum pasar tetap reaktif terhadap pernyataan kebijakan serta angka-angka ekonomi utama. Analisis dari Cetro Trading Insight menunjukkan potensi volatilitas jangka pendek yang lebih tinggi jika angka-angka tersebut menyimpang dari ekspektasi. Karena itu, pelaku pasar disarankan mengikuti update laporan ekonomi secara rutin dan menyesuaikan ekspektasi trading mereka sesuai dengan data yang keluar.

broker terbaik indonesia