Data CPI AS Desember menunjukkan inflasi umum naik 0,3% secara bulanan, sesuai ekspektasi pasar dan tidak berubah dari bulan November. Secara tahunan, inflasi tetap di 2,7%, juga sejalan dengan proyeksi. Inflasi inti, yang mengecualikan makanan dan energi, melonjak 0,2% MoM, di bawah perkiraan 0,3%, dan tidak berubah dari bulan sebelumnya.
Dengan data ini, pasar melihat Federal Reserve tetap berada di jalur kebijakan yang wajar meskipun tekanan inflasi berkurang. Inflasi yang berada di sekitar target dan pelonggaran bertahap menambah argumen untuk jeda kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Banyak analis menganggap Fed akan menahan suku bunga dalam waktu dekat untuk menilai momentum ekonomi secara lebih luas.
Pergerakan USD/JPY sekitar 159,00 pada saat berita ini ditulis, dengan Yen melemah terhadap Greenback. Sinyal pasar menunjukkan dolar menguat pasca rilis inflasi terbaru, namun dampak terhadap kebijakan moneter masih bergantung pada data tenaga kerja dan komentar pejabat bank sentral. Di saat yang sama, dinamika politik di Jepang menambah tekanan pada mata uang, menekan Yen lebih lanjut.
Para pelaku pasar memperhatikan bahwa inflasi yang relatif stabil memberi ruang bagi Fed untuk menahan kebijakan pada saat ini. Meskipun indikator inti menunjukkan pelemahan kecil, sebagian besar data tetap menunjukkan risiko inflasi tetap terkendali. Hal ini memperbesar peluang jeda kebijakan secara bertahap sambil mempertahankan sudut pandang netral.
Komentar dari Presiden AS Donald Trump menambah kilap pada diskusi mengenai independensi bank sentral dan potensi tekanan politik. Trump menilai inflasi sebagai angka yang heват namun menyerukan penurunan suku bunga, sebuah narasi yang dapat mengangkat volatilitas pasar. Di sisi lain, Alberto Musalem, Presiden Fed St Louis, menyampaikan nada hati-hati mengenai prospek kebijakan dan menilai bahwa kebijakan berada dekat netral.
Seluruh dinamika kebijakan dan data inflasi memperkuat argumen bahwa sentimen pasar cenderung tetap waspada. Pasar cenderung memperkirakan jeda kebijakan dan menilai risiko terkait prospek inflasi serta reaksi Yen terhadap faktor domestik Jepang. Investor disarankan untuk memantau pernyataan pejabat Fed dan langkah fiskal Jepang yang dapat mengubah arah dolar terhadap yen.
Ketidakpastian politik di Jepang meningkat setelah laporan menunjukkan bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi mempertimbangkan pembubaran majelis rendah dan pemilihan umum mendekat pada Februari. Kandidat kebijakan fiskal yang lebih longgar diperkirakan akan meningkatkan pengeluaran publik dan memperberat beban utang negara. Kondisi ini menambah tekanan ke bawah pada Yen dan memperkuat daya tarik safe haven dolar.
Pembenaran kebijakan fiskal yang lebih agresif bisa mendorong langkah stimulasi dan memperbesar defisit. Pasar juga menimbang dampak jangka pendek dari faktor global terhadap permintaan terhadap Yen. Jika volatilitas meningkat, USDJPY bisa melanjutkan tren naik karena perbedaan suku bunga dan persepsi risiko yang berbeda antara ekonomi besar.
Terakhir, para trader sebaiknya menilai risiko dan menerapkan manajemen risiko yang ketat. Tekanan pada Yen berasal dari faktor domestik Jepang dan dinamika global yang kuat terhadap dolar. Skenario teknikal memperlihatkan potensi pergerakan ke atas jika price action berhasil menembus resistance terdekat, dengan stop loss yang ketat untuk melindungi modal.