USDJPY menguat sekitar 0,5 persen ke mendekati 157,00 pada sesi Eropa, mengikuti kekuatan DXY. Harga berhasil menembus rintangan turun yang sebelumnya dan berada di atas EMA 20 hari sekitar 155,50. Momentum ini menunjukkan permintaan yang lebih kuat pada mata uang utama, didukung oleh momentum teknikal yang cenderung bullish. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari pemantauan pasar harian.
Level support utama berada di sekitar 155,50 dengan swing low di 154,00 sebagai acuan penurunan lebih lanjut. Jika harga turun menembus 155,50, struktur bullish bisa terganggu meski potensi rebound tetap ada di zona 152,27 yang pernah menjadi titik balik penting pada 12 Februari. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa dinamika teknikal masih menenangkan volatilitas jangka pendek.
Di sisi atas, resistance terdekat berada di 158,40 dan kemudian di sekitar 159,30, yang menjadi titik kunci untuk konfirmasi kelanjutan tren naik. Break di atas 159,30 dapat menandai lanjutnya pergerakan menuju pivot berikutnya, sementara perhatian tetap pada pola harga yang didorong oleh tekanan DXY dan perkembangan data rilis.
Pasar tetap tegang terkait dinamika geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan ini menjaga minat terhadap dolar sebagai aset likuid dan dapat meningkatkan volatilitas pasangan mata uang utama. BoJ membuka pintu untuk kenaikan suku bunga di masa mendatang seiring dengan tekanan inflasi yang melandai, meski pejabatnya menahan pandangan secara eksplisit.
Selain itu, para investor menantikan data tenaga kerja dan PMIS ISM AS untuk Februari yang akan dirilis dalam minggu ini. Data tersebut berpotensi menambah volatilitas pada dolar AS dan menambah arah pergerakan pada USDJPY jika hasilnya mengejutkan pasar.
Secara umum, konteks fundamental memperkuat bias jangka pendek yang bullish bagi USDJPY, meski volatilitas tetap tinggi karena risiko geopolitik dan dinamika kebijakan moneter yang sedang berlangsung. Rilis data ekonomi AS bisa menjadi katalis yang memicu pergerakan besar dalam waktu singkat.
Skenario utama adalah long USDJPY ketika harga bergerak di atas open sekitar 157,0 dengan dukungan sinyal teknis yang kuat di atas EMA. Target jangka pendek berada di 159,30 dengan stop loss di 155,50 untuk menjaga rasio risiko/imbalan minimal sekitar 1:1,5, sesuai aturan yang ditetapkan.
Rencana manajemen risiko mencakup memantau rilis data ISM PMI dan data tenaga kerja AS. Volatilitas tinggi dapat memicu fluktuasi mendadak, sehingga eksekusi posisi harus mengikuti rencana dan memanfaatkan likuiditas pada momen yang tepat.
Jika harga mampu menembus 159,30 secara konsisten, peluang berlanjut ke pergerakan menuju resistance berikutnya di sekitar 158,40 atau lebih tinggi. Namun jika penurunan menembus 155,50, pola bullish bisa berubah menjadi koreksi atau fase konsolidasi yang lebih dalam.