Vale Indonesia meluncurkan manuver pendanaan berani dengan greenshoe senilai USD 250 juta, menunjukkan kekuatan likuiditas di tengah dinamika harga nikel yang volatil. Opsi ini diterapkan pada fasilitas kredit bergulir dari sindikasi bank global, memudahkan peningkatan pinjaman di atas batas awal. Dengan dukungan ini, INCO memperluas kapasitas pembiayaan untuk belanja modal dan modal kerja. Menurut Cetro Trading Insight, langkah ini menambah kepercayaan pasar terhadap rencana ekspansi perusahaan tanpa mengganggu kestabilan keuangan.
Transaksi greenshoe melibatkan DBS Bank Ltd, Mizuho Bank Ltd, PT Bank Mizuho Indonesia, dan UOB Ltd sebagai bagian dari sindikasi. Dengan opsi tersebut, total fasilitas kredit INCO dari sindikasi bank menjadi USD 750 juta, meningkat dari nilai sebelumnya. Peningkatan fasilitas ini memberi INCO ruang manuver untuk belanja modal dan kebutuhan operasional, sambil menjaga arus kas saat dinamika harga nikel berfluktuasi. Struktur pinjaman ini dikenakan bunga berbasis SOFR plus margin tertentu sesuai praktik pinjaman internasional.
Jangka waktu fasilitas adalah 24 bulan sejak 25 Maret 2026, dengan opsi perpanjangan 6 hingga 12 bulan. Durasi tersebut memberikan INCO stabilitas pendanaan jajangan menengah dan memungkinkan penyesuaian rencana investasi jika kondisi pasar berubah. Bank-bank pelaku sindikasi menegaskan fleksibilitas melalui opsi perpanjangan, sehingga perusahaan bisa mengoptimalkan strategi finansialnya. Langkah ini mengubah dinamika pendanaan menjadi kerangka kerja yang lebih ramah risiko bagi perseroan.
Laporan keuangan INCO untuk tahun 2025 menunjukkan laba bersih USD 76,1 juta, meningkat 32 persen dibandingkan periode serupa 2024. Pertumbuhan laba didorong pemulihan moderat harga nikel meskipun pendapatan hanya naik 4,21 persen menjadi USD 990 juta. EBITDA berada pada USD 228,2 juta sepanjang 2025, menandakan kemampuan operasional perseroan dalam menjaga profitabilitas meskipun dinamika input harga tetap bergejolak. Secara keseluruhan, kinerja 2025 membangun dasar yang lebih kuat bagi arus kas dan kapasitas investasi.
Produksi dan pengiriman nikel matte menunjukkan tren positif, dengan volume 73.093 ton pada 2025 dibanding 72.625 ton di 2024. Peningkatan volume produksi mendukung peningkatan volume penjualan dan stabilitas pendapatan, sejalan dengan pemulihan permintaan pasar. Pemulihan harga nikel yang moderat juga menopang kinerja operasional, meskipun volatilitas pasar tetap menjadi faktor risiko. Kondisi ini menambah kredibilitas bagi prospek jangka menengah perseroan.
Yang menarik secara material adalah ukuran transaksi yang setara sekitar 27 persen dari total ekuitas perseroan, menandakan kapasitas finansial INCO untuk menjalankan proyek-proyek besar tanpa membebani arus kas. Struktur kepemilikan dan biaya modal yang relatif sehat menambah kepercayaan investor terhadap kemampuan perusahaan mengelola leverage. Secara umum, transisi ke fasilitas kredit yang lebih besar memberikan fondasi bagi strategi nilai jangka panjang INCO.
Dana tambahan dari greenshoe akan dialokasikan untuk belanja modal (capex) serta kebutuhan modal kerja, mendukung ekspansi operasional dan kelancaran rantai pasok. Aliran dana ini diharapkan mempercepat implementasi proyek infrastruktur dan peningkatan kapasitas produksi. Dengan adanya fasilitas ini, INCO turut memperkuat daya saingnya di pasar nikel global dan menjaga likuiditas di tengah volatilitas harga komoditas.
Fasilitas ini dikenai bunga berbasis SOFR ditambah margin, sesuai praktik pinjaman internasional. Hal ini menempatkan INCO pada kerangka biaya modal yang fleksibel, tergantung pada dinamika suku bunga pasar. Selama tenor 24 bulan dengan opsi perpanjangan, perusahaan memiliki ruang untuk menyesuaikan strategi pembiayaan secara dinamis sesuai kinerja keuangan dan harga nikel.
Secara prospektif, kombinasi likuiditas yang lebih besar dan rencana capex dapat membantu INCO untuk menjaga EBITDA serta memanfaatkan pemulihan harga nikel yang berlanjut. Pendirian kebijakan pendanaan yang lebih kokoh juga meningkatkan kemampuan perusahaan untuk merealisasikan proyek-proyek penting sambil menjaga kestabilan arus kas. Dengan demikian, peluang pertumbuhan INCO tampak lebih solid dalam jangka menengah.