Thu Lan Nguyen dari Commerzbank menyoroti bahwa meskipun ancaman terhadap keamanan energi global dinilai signifikan, volatilitas tersirat untuk pasangan EUR/USD tetap rendah. Ia menempatkan volatilitas ini sebagai cerminan ekspektasi kebijakan moneter yang sedang berjalan. Meski risiko terkait energi tinggi, pergerakan besar antara euro dan dolar belum terlihat seperti yang banyak diprediksi pasar.
Nguyen menunjukkan bahwa ukuran volatilitas tersirat melalui pasar opsi saat ini jauh lebih rendah dibandingkan krisis 2020 maupun 2022, atau momen tertentu setelah peristiwa penting. Ia menekankan bahwa perubahan carry differential bukan semata tergantung pada pergerakan suku bunga, melainkan bagaimana pasar memproyeksikan kebijakan ke depan. Karena itu, pergeseran besar pada EUR/USD belum menjadi konsensus pasar.
Menurutnya, sumber volatilitas adalah harapan terhadap dinamika kebijakan moneter. Jika respons kebijakan yang kuat—naik atau turunnya suku bunga secara substansial—diantisipasi, maka carry antara dua mata uang akan berubah dan mendorong penyesuaian nilai tukar. Sehingga, jika ekspektasi suku bunga AS dan zona euro berubah, maka pergerakan EUR/USD bisa bertambah besar.
Sejak konflik Iran pecah, ekspektasi kebijakan moneter di AS dan zona euro juga mengalami pergeseran. Namun magnitudo perubahan suku bunga di kedua wilayah relatif saling mendekati, sedikit di atas 50 basis poin. Karena itu, perubahan diferensial suku bunga yang besar tidak diantisipasi untuk saat ini.
Akibatnya, peluang pergerakan besar melalui carry trading tampak terbatas dalam waktu dekat. Meski demikian, volatilitas bisa meningkat jika pasar menimbang faktor lain di luar perbedaan suku bunga. Koreksi harga juga bisa terjadi meski arah akhirnya tidak jelas.
Nguyen juga menyoroti bahwa ECB kemungkinan tidak menunggu inflasi mendekati level dua digit sebelum menaikkan suku bunga. Hambatan untuk kenaikan suku bunga diperkirakan lebih tinggi dari apa yang banyak diperkirakan pasar saat ini. Jika demikian, ruang untuk kejutan kebijakan menjadi lebih besar dan bisa memicu pergeseran nilai tukar yang tidak diduga.
Bagi trader, volatilitas rendah bukan berarti tidak ada risiko. Ada potensi koreksi dan pergerakan yang lebih besar seiring perubahan ekspektasi kebijakan. Ini menekankan perlunya manajemen risiko yang lebih ketat.
Analisis ini menunjukkan bahwa arah pergerakan EUR/USD tidak dapat diprediksi secara pasti berdasarkan data saat ini. Trader disarankan memantau laporan inflasi, pernyataan pejabat bank sentral, dan dinamika rilis data ekonomi lain. Fokus pada faktor kebijakan dan dinamika carry bisa membantu menyusun skema trading yang lebih robust.
Rasio risiko-imbalan yang disarankan sekitar 1:1.5 untuk peluang menguntungkan. Selain itu, penerapan stop loss ketat, target profit yang realistis perlu dipatuhi. Mengingat volatilitas yang bisa membesar, evaluasi ulang posisi secara berkala sangat dianjurkan.