Indeks utama Wall Street meluncur ke zona hijau dengan gebrakan, didorong harapan deeskalasi konflik Timur Tengah yang bisa menenangkan pasokan energi dan menahan lonjakan inflasi. Pada perdagangan Rabu, Dow Jones Industrial Average melonjak 565,86 poin atau 1,23 persen, menutup di 46.689,92, sementara S&P 500 naik 76,13 poin (1,16 persen) menjadi 6.632,50, dan Nasdaq Composite bertambah 319,76 poin (1,47 persen) menjadi 22.081,66.
Seorang pejabat Iran mengatakan Pakistan telah menyampaikan proposal dari Amerika Serikat kepada Iran, dan lokasi perundingan bisa di Turki atau Pakistan. Namun Teheran sejauh ini membantah akan bernegosiasi dengan pemerintahan Donald Trump. Pasar menilai kabar ini sebagai indikasi jalur diplomatik yang bisa meredakan ketegangan regional dan menjaga aliran perdagangan energi tetap mulus.
Para pelaku pasar menimbang apakah berita ini akan mengarah pada deeskalasi nyata, atau hanya kebisingan berita. Beberapa analis menilai jalur perdamaian bisa memperlambat lonjakan harga energi dan mendukung kinerja ekuitas global. Investor tetap berhati-hati karena dinamika geopolitik masih menyisakan risiko yang perlu dipantau.
Kinerja sektor teknologi menjadi motor penggerak utama, dengan Arm yang diperdagangkan di AS melesat sekitar 15 persen setelah perusahaan tersebut memperkenalkan chip pusat data AI baru yang diperkirakan menghasilkan pendapatan miliaran dolar. Sementara itu saham Intel dan Marvell Technology naik masing-masing hampir 5 persen, dan Nvidia bertambah sekitar 2,5 persen. Indeks semikonduktor Philadelphia SOX juga menguat sekitar 1,3 persen.
Selain Arm, Nvidia menunjukkan reli positif berkat peningkatan permintaan perangkat keras AI dan infrastruktur AI. Intel dan Marvell juga menguat karena ekspektasi pasar terhadap pasokan chip dan pertumbuhan pasar AI, meski volatilitas tetap ada. Kenaikan di sektor teknologi memperkuat posisi SOX dan memberi sinyal minat investor terhadap solusi AI serta arsitektur chip terkini.
Pergerakan di segmen teknologi mendongrak sentimen pasar secara keseluruhan, terutama jika permintaan AI terus tumbuh dan menjaga siklus investasi di perusahaan chip panjang. Investor menilai potensi pendapatan jangka pendek dari judul-judul AI sebagai pendorong utama pasar di bulan-bulan mendatang.
Di sisi pelayaran, saham Norwegian Cruise Line melonjak 4,3 persen, diikuti Carnival Corp dan Royal Caribbean yang masing-masing naik lebih dari 2,5 persen. Perubahan harga mencerminkan pembaruan minat investor terhadap sektor rekreasi dan harapan pemulihan aktivitas pelayaran pasca gelombang pandemi. Sektor ini juga mendapat dorongan dari proyeksi pelayaran yang lebih kuat di kuartal berjalan.
Sektor antariksa juga mencatat kinerja positif, dengan Rocket Lab naik 6,6 persen, Intuitive Machines 9,2 persen, dan EchoStar 8,1 persen, sejalan dengan dinamika kontrak, peluncuran satelit, dan optimisme terhadap kapasitas layanan. Saham EchoStar menunjukkan reli yang cukup kuat meskipun konteks industri lebih luas memiliki risiko yang beragam.
Di sisi energi, harga minyak sempat melonjak akibat konflik regional, namun belakangan turun hampir 4 persen. Pergerakan ini menambah kompleksitas kekhawatiran inflasi dan mempersulit prospek kebijakan kebijakan suku bunga bank-bank sentral, meskipun kondisi pasar tetap risk-on dalam beberapa segmen. Para ekonom menilai pergerakan minyak akan tetap menjadi variabel penting bagi arus modal dan volatilitas pasar.