
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian analisis pasar properti milik Cetro. Proyek Valley City View di Cimahi menjadi sorotan karena kemajuan realisasi yang signifikan dan menjadi indikator positif bagi portofolio WGSH. Kami menyajikan rangkuman faktual untuk pembaca awam dengan bahasa yang lebih mudah dipahami tanpa mengurangi akurasi berita.
Panggung properti di Cimahi berguncang ketika WGSH melalui LandLogic menyatakan serah terima kunci unit kedua Valley City View. Proyek ini menandai kemajuan penting bagi portofolio perusahaan dan menunjukkan kemampuan eksekusi yang lebih luas. Informasi ini disampaikan melalui keterbukaan BEI dan dibaca sebagai sinyal positif bagi investor yang mengikuti kinerja WGSH.
Hingga 25 Juli 2026, WGSH telah menjual 10 unit dengan harga per unit Rp549 juta. Total persediaan yang tersedia mencapai 178 unit, memperlihatkan kapasitas produksi dan minat pembeli yang relatif stabil. Penjualan yang terakselerasi muncul setelah proses administrasi splitzing selesai pada Desember 2025, dengan momentum sekitar 3 unit per bulan selama dua bulan terakhir.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Unit terjual per 25 Juli 2026 | 10 unit |
| Harga jual per unit | Rp549 juta |
| Total inventory | 178 kavling |
| Total luas kavling | 13.544 m2 |
| Nilai tanah per m2 | Rp4 juta |
| Target margin per unit | 25% |
| Target penyelesaian inventory | 2028 |
Selanjutnya, perseroan menegaskan bahwa uang dari penjualan akan digunakan untuk memperkuat fundamental perseroan, termasuk pembangunan unit-unit ready stock di Valley City. Hendy Rusli menekankan bahwa fokus utama adalah menjaga arus kas untuk mendukung likuiditas dan pengembangan proyek. Pidato resmi menggarisbahi komitmen perusahaan terhadap ekosistem properti yang berkelanjutan.
Prospek penjualan Valley City View tetap menunjukkan daya tarik, didorong oleh lokasi Cimahi yang berkembang dan dukungan infrastruktur. Perusahaan menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi bagian penting dari strategy ekspansi properti WGSH dalam beberapa tahun ke depan. Penilaian pasar lokal terhadap proyeksi hunian dengan fasilitas modern mendukung optimisme manajemen.
WGSH menyatakan target penjualan seluruh kavling berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan, dengan sasaran selesai pada 2028. Strategi ini sejalan dengan upaya menjaga arus kas, mendanai pembangunan unit ready stock, dan memperkuat land bank untuk proyek-proyek berikutnya. Langkah ini juga bertujuan mempercepat realisasi pendapatan dan meningkatkan arus kas operasional.
Margin keuntungan per unit dipatok sekitar 25 persen, sehingga prospek profitabilitas tetap terjaga meski menghadapi dinamika biaya. Pihak manajemen menyatakan bahwa keuntungan tersebut akan menopang investasi pada perbaikan fasilitas dan pengembangan area ready stock. Manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan proyek ini akan diawasi secara ketat untuk menjaga kualitas proyek.
Portofolio WGS Ventures meliputi lebih dari 20 proyek di Indonesia dan Asia Tenggara, tersebar di sektor Teknologi, Properti, Makanan, dan Manufaktur. Fokus pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah membuat portofolio perusahaan lebih resilient. Hal ini mencerminkan pendekatan terintegrasi yang juga memperkaya ekosistem keuangan yang mereka jalin.
Kendali ekosistem keuangan WGSH didukung oleh jaringan institusi seperti bank, fintech, venture capital, private equity, serta konsultan hukum dan bisnis. Dukungan lintas sektor ini memungkinkan perusahaan menavigasi risiko investasi dan mempercepat implementasi proyek. Sinergi dengan induk perusahaan Walden Global Services menjadi fondasi atas kapasitas teknologi digital yang terus berkembang.
Dalam upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kapasitas masyarakat, WGS Ventures berinvestasi di BluePhoenix.id yang fokus pada daur ulang plastik. Program pelatihan Geeksfarm.com juga diberikan untuk meningkatkan keterampilan teknis anak-anak muda, sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan. Inisiatif ini mencerminkan visi perusahaan untuk pertumbuhan berkelanjutan yang memberi manfaat bagi lingkungan dan komunitas.