Guncangan momentum di pasar modal Indonesia datang dari kepemilikan ASLI yang beralih ke kendali WKM melalui Penawaran Tender Wajib. WKM menawarkan pembelian hingga 2,33 miliar saham dengan harga Rp204 per saham, dalam periode tender yang berlangsung dari 5 Maret hingga 3 April 2026. Langkah ini menandai babak baru dalam dinamika kepemilikan perusahaan yang mampu memengaruhi arah kebijakan operasional dan strategi jangka panjang.
Menurut laporan hasil penawaran tender wajib yang dipublikasikan pada 16 April 2026, tidak ada pemegang saham publik yang melepas sahamnya selama periode tender. Akibatnya, tidak ada saham yang berhasil dibeli oleh pengendali baru melalui mekanisme MTO. Meski demikian, proses ini menegaskan bahwa struktur kepemilikan utama tetap terkonsolidasi di tangan WKM.
Secara konsisten, komposisi kepemilikan WKM tetap di level 62,72 persen, atau 3,92 miliar saham beredar, baik sebelum maupun setelah pelaksanaan MTO. Nilai 62,72 persen tersebut sebenarnya merupakan hasil akuisisi sebelumnya melalui crossing BEI pada 19 Januari 2026, ketika WKM mengakuisisi saham ASLI dari pemegang kendali sebelumnya. Transaksi ini mempertegas posisi WKM sebagai pengendali utama tanpa mengubah mayoritas kepemilikan secara mendasar.
Dalam konteks pemegang saham, hal ini mencerminkan stabilitas kendali dan arah strategis perusahaan ke depan. Kontrol mayoritas sering dipandang sebagai faktor kunci bagi kelangsungan program kerja dan kemudahan eksekusi rencana investasi. Dari sisi investor, kehati-hatian tetap diperlukan, meski status kepemilikan tidak berubah.
Sebelumnya, WKM menyelesaikan akuisisi 62,72 persen saham ASLI melalui crossing di BEI pada 19 Januari 2026, yang memperlihatkan proses menuju kendali penuh tanpa gangguan publik. Transaksi crossing menguatkan posisi pengendali tanpa mengubah struktur kepemilikan mayoritas secara mendasar. Nilai dan detail transaksi tidak diungkapkan dalam laporan publik.
Kerja sama WKM dengan PT Jhonlin Baratama, bagian dari Jhonlin Group, menambah dimensi diversifikasi portofolio perusahaan dan berpotensi memanfaatkan sinergi antara sektor konstruksi dengan tambang batu bara. Para analis di Cetro Trading Insight menilai bahwa stabilnya kepemilikan dan kemitraan industri dapat menjaga momentum pertumbuhan ASLI jika didukung oleh rencana eksekusi yang jelas. Platform kami, Cetro Trading Insight, akan terus memantau perkembangan transaksi lanjutan dan dinamika harga saham ASLI.