WSBP Laksanakan PMTHMETD Tahap VI: Konversi Utang Jadi Ekuitas untuk Perbaiki Struktur Modal

WSBP Laksanakan PMTHMETD Tahap VI: Konversi Utang Jadi Ekuitas untuk Perbaiki Struktur Modal

trading sekarang

Pembiayaan melalui PMTHMETD Tahap VI menandai langkah penting dalam restrukturisasi WSBP. Aksi ini mengubah utang menjadi ekuitas, memperkuat neraca, dan menegaskan komitmen perseroan terhadap pemulihan finansial. Dari sudut pandang pasar, langkah ini bisa menambah kepastian bagi kreditur dan investor, meski membawa beberapa dinamika baru bagi pemegang saham.

Saham baru yang diterbitkan mencapai 178.685.260 lembar, dibanderol pada harga konversi Rp50,81 per saham. Secara kumulatif, Private Placement Tahap VI mencatat nilai sebesar Rp9,07 miliar pada 23 Juni 2026. Nilai ini menunjukkan komitmen perseroan untuk memperbaiki struktur modal sambil menjaga kepastian bagi kreditur.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari skema konversi utang menjadi ekuitas yang diatur dalam perjanjian perdamaian PKPU. Putusan homologasi Pengadilan Niaga pada 28 Juni 2022 memperkuat landasan hukum langkah ini. Menurut Koento Wahyudiat, Direktur Keuangan, HCM, dan Manajemen Risiko WSBP, tindakan tersebut mengurangi beban utang dan meningkatkan proporsi ekuitas.

PMTHMETD Tahap VI adalah bagian dari skema konversi utang menjadi saham yang dijalankan WSBP untuk memperbaiki proporsi modal perseroan. Sebagai bagian dari program ini, perseroan menerbitkan saham baru hingga total modal ditempatkan dan disetor menjadi 56,95 miliar saham, terbagi atas seri A, B, dan C. Struktur saham baru diuraikan sebagai 1 saham seri A, 26,36 miliar saham seri B, dan 30,59 miliar saham seri C.

Saham baru dibanderol pada harga konversi Rp50,81 per saham, mencatat total nilai sekitar Rp9,07 miliar. Nilai ini mencerminkan penilaian relatif terhadap utang yang dikonversi dan tingkat kepastian bagi kreditur. Rangkaian ini sejalan dengan tujuan memperbaiki likuiditas perusahaan.

Kreditur utama Waskita Beton Tbk, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), menerima mayoritas konversi utang melalui private placement Tahap VI sebesar Rp7,92 miliar. Setelah round down, saham diterima sebanyak 155,89 juta lembar. Kontribusi WTON menandai fokus restrukturisasi yang mengurangi beban utang jangka pendek sambil memperluas basis ekuitas perseroan.

Implikasi bagi Pemegang Saham dan Prospek

Implikasi utama bagi pemegang saham lama adalah dilusi kepemilikan karena bertambahnya jumlah saham. Namun, perbaikan struktur modal dan likuiditas jangka panjang dianggap positif bagi kelangsungan usaha WSBP. Cetro Trading Insight menilai langkah ini sebagai bagian dari upaya pemulihan keuangan yang perlu diikuti secara berkala.

Dampak jangka pendek termasuk potensi penurunan laba per saham akibat dilusi, sementara manfaat jangka panjang adalah pengurangan beban utang dan peningkatan daya saing. Aksi ini juga dapat mempengaruhi rasio keuangan seperti leverage dan solvabilitas, yang perlu dipantau pasar. Investor disarankan memantau bagaimana dana dari private placement akan digunakan.

Dalam konteks pasar modal Indonesia, langkah WSBP menyoroti bagaimana perusahaan BUMN infrastruktur mengelola utang menjadi ekuitas untuk menjaga kelangsungan proyek. Investor perlu memahami penggunaan dana hasil private placement agar menilai dampak terhadap kinerja keuangan. Cetro Trading Insight menyarankan fokus pada rencana penggunaan dana dan timing konversi untuk menilai peluang jangka panjang.

banner footer