Cetro Trading Insight melaporkan perkembangan terkini pada pasar minyak.
WTI tumbuh lebih dari 6% dan memotong level psikologis $75 per barel pada perdagangan hari ini, terdorong kekhawatiran bahwa konflik AS dengan Iran dapat mengganggu pasokan. Pasar tetap waspada pada jalur Hormuz yang mengalirkan sekitar 20% minyak mentah dunia. Dampak risiko geopolitik membuat investor cenderung memperhitungkan kemungkinan gangguan lebih lanjut dan menimbang langkah-langkah perlindungan portofolio.
IRGC dilaporkan menyatakan penutupan Selat Hormuz dan memperingatkan kapal yang melintas bisa dibakar. Bersamaan dengan itu, Aramco menghentikan operasi di kilang Ras Tanura setelah serangan drone, yang mengurangi kapasitas pemrosesan minyak sekitar 550.000 barel per hari. Kondisi pasokan yang menipis menambah kekhawatiran pasar terhadap reli harga jangka pendek.
Goldman Sachs memperkirakan premi risiko geopolitik sekitar 18 dolar per barel dalam harga minyak secara real-time, angka yang mencerminkan ketidakpastian aliran melalui wilayah tersebut. Premi tersebut diperkirakan bisa menyusut menjadi sekitar 4 dolar per barel jika hanya sebagian aliran terganggu selama satu bulan. Para analis menilai dinamika ini tetap sensitif terhadap perkembangan di kawasan tersebut.
Harga WTI saat ini berada di sekitar 76,16 dolar per barel, mendekati level tertinggi yang terlihat sejak Juni 2025. Pelaku pasar terus memperhatikan potensi gangguan pasokan melalui Hormuz serta reaksi produsen besar terhadap gejolak, karena faktor ketidakpastian geopolitik menjaga volatilitas pasar. Pergerakan harga menunjukkan bahwa faktor geopolitik tetap menjadi penggerak utama dalam beberapa hari mendatang.
Dari sisi analisis, sinyal fundamental mendukung peluang kenaikan jika gangguan pasokan berlanjut. Risiko pasokan dapat menekan harga lebih tinggi, sementara jika jalur pelayaran membaik, tekanan harga bisa mereda. Investor disarankan memantau perkembangan di wilayah tersebut serta keputusan kebijakan produsen utama sebagai pendorong arah harga.
Di sisi manajemen risiko, skenario volatilitas tetap nyata dan premi geopolitik dapat berfluktuasi. Trader perlu menimbang rasio risiko terhadap imbalan minimal 1:1,5 dan menggunakan stop loss untuk melindungi modal. Pemetaan level harga yang realistis serta update berita terbaru akan menjadi kunci dalam keputusan entry dan exit perdagangan minyak ke depan.