
Ketegangan yang meningkat di wilayah Hormuz meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global. Jalur pengiriman melalui selat strategis tersebut menjadi fokus utama volatilitas harga minyak. Investor memperhatikan kemungkinan gangguan pasokan yang bisa memicu lonjakan harga secara sesaat. Di saat ini, dinamika geopolitik menjadi faktor pendorong utama pergerakan pasar energi.
Menurut Cetro Trading Insight, faktor geopolitik adalah pendorong utama sentimen pasar saat ini. Laporan terbaru menyinggung batas waktu 48 jam yang diberikan Presiden AS kepada Iran untuk membuka kembali Hormuz, dengan ancaman tindakan jika tidak dipatuhi. Risiko eskalasi memicu kekhawatiran tentang terganggunya aliran minyak dan dampaknya terhadap harga minyak mentah.
Saudi Aramco dilaporkan memangkas pengiriman minyak mentah ke Asia untuk bulan kedua berturut-turut. Pasokan yang terbatas, terutama Arab Light melalui pelabuhan Yanbu, memperketat feedstock bagi kilang Asia. Kondisi itu meningkatkan tekanan pada output refinasi dan memperkuat potensi kenaikan harga jika konflik berlanjut.
Pasar merespons dengan kehati-hatian, menjaga harga WTI mendekati US$98 per barel pada pembukaan Asia. Ketidakpastian seputar eskalasi konflik meningkatkan volatilitas jangka pendek bagi pedagang minyak. Investor menimbang risiko terhadap rantai pasokan global serta dampaknya terhadap inflasi energi.
Laporan media mengungkap adanya pertimbangan untuk operasi militer guna menguasai Kharg Island, pusat ekspor minyak Iran. Ancaman Iran untuk menutup jalur tersebut jika AS melanjutkan tindakan memicu peningkatan risiko aliran minyak. Pelaku pasar mempertimbangkan skenario alternatif dan bagaimana pembatasan pasokan bisa memicu lonjakan harga.
Di sisi kebijakan energi, Kepala IEA Fatih Birol mengungkapkan kemungkinan pelepasan cadangan darurat jika diperlukan. Birol menekankan bahwa situasi di Timur Tengah bisa menjadi krisis energi yang lebih luas daripada peristiwa sebelumnya. Reopen Selat Hormuz tetap dianggap solusi paling krusial untuk meredakan tekanan pada pasokan global.
Ketegangan geopolitik terus menahan arah harga minyak, meskipun permintaan di Asia tetap menjadi motor utama pasar. Permintaan Asia untuk minyak mentah menambah daya dorong harga, sementara Aramco mengurangi pengiriman untuk Asia lebih lanjut. Stabilitas pasokan global akan sangat bergantung pada dinamika regional dan respons kebijakan negara-negara utama.
Analisa menunjukkan volatilitas tetap tinggi jika berita baru muncul, termasuk tindakan kebijakan, eskalasi militer, atau potensi penyelesaian diplomatik. Perubahan kecil pada aliran minyak bisa memicu pergeseran harga secara signifikan. Investor perlu memantau tindakan OPEC+ dan rencana negara-negara eksportir untuk menjaga eksposur yang terkendali.
Bagi investor ritel, disarankan menilai ulang eksposur terhadap minyak dan menggunakan sinyal yang lebih konservatif. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya diversifikasi portofolio dan menimbang potensi imbal hasil terhadap risiko yang ada. Tetap pantau berita terkait Hormuz serta langkah kebijakan yang bisa merubah dinamika pasokan.